PTPN III Kembangkan Ekosistem Ubi Kayu Lampung, Bidik 10 Ribu Hektare

Onetime.id,Bandar Lampung – PT Perkebunan Nusantara III (Persero) mengembangkan ekosistem ubi kayu secara terintegrasi di Lampung.

Perusahaan pelat merah itu membidik pengembangan lahan hingga 10 ribu hektare untuk mendukung ketahanan pangan dan energi sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi petani.

Tahap awal program tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PTPN I (Persero), anak usaha PTPN III, dan 11 mitra strategis.

Mitra tersebut terdiri atas perusahaan swasta, BUMD, BUMDes, koperasi, dan yayasan.

Penandatanganan berlangsung di Kantor Regional PTPN I Regional 7, Bandar Lampung, Rabu, 12 Agustus 2026.

Plt. Region Head PTPN I Regional 7 Iyan Heryanto menandatangani MoU tersebut. Acara itu disaksikan Direktur Utama PTPN III Denaldy Mulino Mauna dan Direktur Pemasaran dan Aset Manajemen PTPN I Arif Budiman.

Sebanyak 7.313 hektare lahan telah direncanakan untuk ditanami pada tahap awal. Adapun sisa dari target 10 ribu hektare akan dikembangkan secara bertahap mengikuti perluasan kemitraan dan kesiapan lahan.

Direktur Utama PTPN III Denaldy Mulino Mauna mengatakan pengembangan ubi kayu tidak berhenti pada produksi di lahan. PTPN, kata dia, membangun rantai nilai dari budidaya hingga industri pengolahan.

“Kami di PTPN III membangun rantai nilai yang utuh, mulai dari hulu hingga hilir,” kata Denaldy.

Di sektor hulu, PTPN akan mengoptimalkan lahan, menerapkan teknologi budidaya, dan mengembangkan varietas unggul berdaya hasil tinggi. Sementara di sektor hilir, ubi kayu diarahkan menjadi bahan baku industri pengolahan, termasuk bioetanol.

Menurut Denaldy, pola tersebut membuat ubi kayu memiliki peran ganda dalam mendukung ketahanan pangan dan energi.

Program itu juga diharapkan meningkatkan pendapatan petani, menyerap tenaga kerja, serta memperkuat ekonomi di tingkat desa.

Ia mengatakan keberhasilan program tersebut bergantung pada kolaborasi antara BUMN, pemerintah daerah, BUMDes, koperasi, BUMD, dan masyarakat.

“Kami sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Lampung atas dukungan strategisnya,” ujar Denaldy.

Direktur Pemasaran dan Aset Manajemen PTPN I Arif Budiman mengatakan perusahaan siap menjalankan program tersebut secara bertahap, mulai dari penyiapan lahan hingga integrasi dengan industri hilir.

“Kehadiran BUMN di sini adalah untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati oleh korporasi, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat tapak,” kata Arif.

Pengembangan ekosistem ubi kayu di Lampung selanjutnya akan diarahkan pada riset, inovasi teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan perluasan industri hilir.

PTPN berharap pengembangan tersebut menghasilkan produk bernilai tambah sekaligus memperkuat posisi ubi kayu sebagai komoditas strategis daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *