Onetime.id, Bandar Lampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai fokus utama pembangunan lima tahun ke depan.
Pendidikan dipilih sebagai sektor prioritas dengan keyakinan bahwa kemajuan kota tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga kualitas manusianya.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan pembangunan yang berkelanjutan harus diawali dengan investasi di bidang pendidikan.
Menurut dia, generasi yang terdidik dan memiliki daya saing akan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Kota Bandar Lampung memperluas akses pendidikan melalui program beasiswa bagi siswa SMA, SMK, dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
“Jangan sampai ada anak yang tidak melanjutkan sekolah hanya karena persoalan biaya. Pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi masa depan Bandar Lampung,” kata Eva.
Hingga pertengahan 2026, sebanyak 6.346 siswa dan mahasiswa telah menerima beasiswa dari pemerintah kota.
Pada tahun ini, kuota beasiswa ditetapkan sebanyak 5.000 penerima untuk jenjang SMA dan SMK serta 2.000 penerima bagi mahasiswa perguruan tinggi negeri.
Pemerintah kota menargetkan jumlah penerima meningkat dua kali lipat pada tahun depan.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bandar Lampung 2025–2029 yang menetapkan pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai empat prioritas pembangunan.
Eva menilai lulusan SMA dan SMK perlu didorong melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri di Bandar Lampung.
Selain sektor pendidikan, Pemerintah Kota Bandar Lampung juga memperkuat layanan kesehatan melalui program pemeriksaan kesehatan gratis.
Program itu telah menjangkau lebih dari 128 ribu warga melalui sekolah, puskesmas, dan berbagai kegiatan masyarakat.
Di bidang infrastruktur, pemerintah menargetkan perbaikan lebih dari 200 ruas jalan pada 2026.
Sebagian proyek akan menggunakan konstruksi beton rigid yang dinilai lebih kuat dan memiliki usia pakai lebih panjang.
Sementara itu, untuk memperkuat perekonomian masyarakat, pemerintah menyiapkan program pinjaman modal tanpa bunga bagi pelaku UMKM serta mengembangkan sentra UMKM di Sukaraja, Telukbetung Selatan, yang akan diintegrasikan dengan kawasan wisata baru.
Pemerintah Kota Bandar Lampung juga mempercepat digitalisasi layanan publik dan memperluas akses masyarakat terhadap informasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Langkah tersebut diharapkan mendorong transparansi sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan anggaran.
Melalui berbagai program tersebut, Pemerintah Kota Bandar Lampung berharap pembangunan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan fisik, tetapi juga melahirkan sumber daya manusia yang mampu menjadi penggerak utama pembangunan ekonomi dan sosial di masa mendatang.






