Onetime.id, Bandar Lampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung mengerahkan satuan tugas untuk membersihkan debu vulkanik yang muncul di sejumlah wilayah setelah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Penyemprotan jalan dilakukan secara berkala, termasuk di ruas jalan lingkungan.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan pembersihan dilakukan untuk mengurangi paparan debu vulkanik yang dapat mengganggu aktivitas warga.
Penyemprotan ruas jalan dilakukan setiap tiga jam, baik di jalan utama maupun jalan lingkungan.
“Bunda sudah instruksikan tim untuk turun langsung membersihkan debu vulkanik, baik di jalan utama maupun jalan lingkungan. Penyemprotan dilakukan secara berkala, setiap tiga jam, supaya debu tidak semakin mengganggu masyarakat,” kata Eva Dwiana.
Selain menangani lingkungan, Pemerintah Kota Bandar Lampung mengerahkan jajaran Dinas Kesehatan, puskesmas, puskesmas pembantu, dan pos kesehatan kelurahan untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik terhadap kesehatan warga.
Petugas kesehatan membagikan masker dan mendata warga yang membutuhkan pemeriksaan maupun pengobatan.
Eva meminta masyarakat menggunakan masker, terutama ketika beraktivitas di luar rumah.
“Dinas Kesehatan, Puskesmas, Pustu dan Poskeskel juga sudah kita minta untuk turun ke masyarakat, membagikan masker dan mendata warga yang membutuhkan pengobatan. Kita ingin masyarakat tetap sehat dan mendapatkan pelayanan dengan cepat,” ujarnya.
Sekolah Diminta Bersihkan Abu
Langkah antisipasi juga diterapkan di lingkungan sekolah.
Dinas Pendidikan meminta sekolah yang tetap menggelar pembelajaran pada Senin, 7 September 2026, mengingatkan siswa menggunakan masker.
Sekolah juga diminta membersihkan debu vulkanik yang menempel di lingkungan sekolah sebelum dan selama kegiatan belajar berlangsung.
“Untuk anak-anak sekolah, besok yang tetap bersekolah kita imbau memakai masker. Sekolah juga harus dibersihkan dari debu vulkanik, sehingga anak-anak bisa belajar dengan aman dan nyaman,” kata Eva.
Pemerintah Kota Bandar Lampung menyatakan koordinasi antarorganisasi perangkat daerah terus dilakukan untuk memantau kondisi di lapangan dan memastikan pelayanan publik tetap berjalan.
Eva meminta masyarakat tidak panik, tetapi tetap waspada terhadap perubahan kondisi lingkungan serta mengikuti informasi dari pemerintah dan instansi berwenang.
Pemkot juga mengingatkan warga untuk menggunakan masker dan membatasi aktivitas di luar ruangan jika paparan debu vulkanik meningkat.






