Eva Dwiana: Festival Kendaraan Hias Jadi Magnet Wisata HUT ke-344 Bandar Lampung

Bandar Lampung – Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menyebut Festival Kendaraan Hias dan Pawai Budaya menjadi salah satu daya tarik utama dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-344 Kota Bandar Lampung.

Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga berperan sebagai magnet wisata yang mampu menarik kunjungan warga dari berbagai daerah.

Festival yang digelar di pusat Kota Bandar Lampung itu diikuti 82 kendaraan hias dan 538 peserta pawai budaya yang berasal dari organisasi perangkat daerah (OPD), instansi pemerintah, sekolah, komunitas, hingga sanggar seni.

Ribuan warga memadati sepanjang rute pawai untuk menyaksikan beragam atraksi budaya dan kreasi kendaraan hias.

Eva mengatakan penyelenggaraan festival merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkenalkan potensi daerah sekaligus melestarikan budaya lokal.

Menurut dia, kemajuan pembangunan harus diiringi dengan penguatan identitas budaya yang menjadi ciri khas Kota Bandar Lampung.

“Festival Kendaraan Hias bukan sekadar perayaan HUT kota, tetapi juga menjadi media promosi pariwisata dan budaya Bandar Lampung. Kami ingin semakin banyak masyarakat mengenal potensi daerah ini,” kata Eva.

Ia menambahkan, tingginya antusiasme masyarakat memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal.

Kehadiran ribuan pengunjung selama festival berlangsung meningkatkan aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang kaki lima, serta sektor ekonomi kreatif di sekitar lokasi acara.

Selain menampilkan kekayaan budaya, kendaraan hias yang mengikuti festival juga mengangkat tema pembangunan, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan inovasi pemerintah kota.

Melalui konsep tersebut, masyarakat dapat melihat berbagai capaian pembangunan yang telah dilakukan Pemerintah Kota Bandar Lampung.

Eva berharap Festival Kendaraan Hias dapat terus menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat identitas Kota Bandar Lampung sebagai destinasi wisata budaya.

Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci agar kegiatan tersebut terus berkembang serta memberikan manfaat bagi sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *