Bandar Lampung – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung menggelar Lomba Puskesmas Berprestasi dan Lomba Konten Media Sosial Kesehatan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-344 Kota Bandar Lampung.
Kegiatan tersebut bertujuan mendorong inovasi pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat edukasi masyarakat melalui pemanfaatan media digital.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi A. Temenggung, mengatakan perlombaan ini tidak sekadar menjadi bagian dari perayaan HUT kota, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi bagi puskesmas yang mampu menghadirkan pelayanan kesehatan terbaik serta terus berinovasi.
Menurut Muhtadi, penilaian Lomba Puskesmas Berprestasi meliputi capaian program kesehatan, kualitas pelayanan kepada masyarakat, hingga berbagai inovasi yang telah diterapkan oleh masing-masing puskesmas. Ia berharap kompetisi tersebut dapat menjadi agenda rutin setiap tahun.
Selain itu, Dinkes juga mengadakan lomba konten media sosial bertema edukasi kesehatan.
Setiap puskesmas didorong menghasilkan karya kreatif berupa video pendek, film pendek, maupun materi edukasi yang dipublikasikan melalui berbagai platform digital seperti YouTube dan media sosial.
Materi yang dilombakan mencakup berbagai isu kesehatan masyarakat, seperti pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD), penanggulangan tuberkulosis (TBC), promosi perilaku hidup bersih dan sehat, serta publikasi berbagai layanan kesehatan di puskesmas.
Seluruh karya yang diikutsertakan wajib orisinal dan diproduksi oleh masing-masing puskesmas.
Proses penilaian dilakukan secara bertahap. Tahap awal berupa seleksi administrasi berdasarkan capaian program yang dimiliki setiap puskesmas.
Peserta yang lolos kemudian akan menjalani verifikasi lapangan oleh tim penilai.
Setelah terpilih lima besar, proses penilaian juga melibatkan wartawan dan pegiat media sosial untuk memberikan penilaian terhadap inovasi serta kualitas konten digital yang dihasilkan.
Para pemenang akan memperoleh penghargaan dari Wali Kota Bandar Lampung untuk kategori juara pertama, kedua, dan ketiga.
Dinkes berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh puskesmas agar terus meningkatkan mutu pelayanan, memperkuat inovasi, serta memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana edukasi kesehatan kepada masyarakat.






