Meski Efisiensi Anggaran Rp286 Miliar, Pemkot Tetap Prioritaskan Kesehatan dan Pendidikan

Bandar Lampung Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung memastikan kebijakan efisiensi anggaran sebesar Rp286 miliar tidak akan mengganggu pelaksanaan program prioritas di sektor kesehatan dan pendidikan.

Penyesuaian anggaran yang dilakukan sebagai tindak lanjut kebijakan pemerintah pusat justru difokuskan pada belanja yang dinilai tidak berdampak langsung terhadap pelayanan masyarakat.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bandar Lampung, Zakky Irawan, mengatakan efisiensi anggaran merupakan kebijakan nasional yang diterapkan di seluruh daerah.

Meski demikian, Pemkot memastikan layanan dasar kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

Menurut Zakky, sektor kesehatan dan pendidikan tetap menjadi prioritas utama dalam penyusunan maupun pelaksanaan APBD 2026.

Karena itu, berbagai program yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan masyarakat dan peningkatan kualitas pendidikan tidak mengalami pengurangan anggaran.

Selain menjaga program prioritas, Pemkot Bandar Lampung juga terus menyelesaikan kewajiban pembayaran Program Pembiayaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat (P2KM) yang sempat mengalami tunggakan.

Dari total tunggakan sekitar Rp25 miliar, sebagian besar telah dibayarkan secara bertahap sehingga kini hanya menyisakan beberapa miliar rupiah.

Zakky menjelaskan pembayaran P2KM dilakukan secara bertahap karena setiap tagihan dari rumah sakit harus melalui proses verifikasi untuk memastikan layanan kesehatan benar-benar telah diterima masyarakat sebelum pembayaran dilakukan.

Ia menambahkan, tunggakan kepada rumah sakit swasta saat ini relatif kecil dengan rata-rata keterlambatan sekitar dua bulan.

Sementara itu, kewajiban kepada rumah sakit pemerintah masih menunggu penyaluran dana bagi hasil pajak rokok dan cukai tembakau dari Pemerintah Provinsi Lampung sebagai salah satu sumber pembiayaan program kesehatan.

Pemkot Bandar Lampung berharap penyaluran dana bagi hasil yang belum diterima dapat segera direalisasikan sehingga seluruh kewajiban pembayaran kepada fasilitas kesehatan dapat diselesaikan.

Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas pelayanan publik meski berada di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Dengan strategi tersebut, Pemkot Bandar Lampung optimistis efisiensi anggaran tidak akan menghambat pembangunan daerah maupun pelayanan kepada masyarakat.

Fokus pemerintah tetap diarahkan pada sektor-sektor yang memberikan manfaat langsung bagi warga, terutama kesehatan dan pendidikan, sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *