Bandar Lampung 344 Tahun, Pemkot Fokus Bangun Infrastruktur Berkelanjutan 

Bandar Lampung – Memasuki usia ke-344, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung menegaskan arah pembangunan ke depan akan difokuskan pada penguatan infrastruktur berkelanjutan serta mewujudkan kota yang tangguh terhadap perubahan iklim.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi menghadapi tantangan perkotaan yang semakin kompleks, mulai dari pertumbuhan penduduk, urbanisasi, hingga ancaman bencana hidrometeorologi.

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, mengatakan pembangunan kota tidak lagi hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus mampu menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Menurutnya, infrastruktur yang dibangun harus mendukung peningkatan kualitas hidup warga sekaligus memperkuat ketahanan kota menghadapi perubahan iklim.

Eva menjelaskan, terdapat lima prioritas pembangunan yang akan menjadi fokus Pemkot Bandar Lampung, yakni penguatan infrastruktur perkotaan berkelanjutan, peningkatan daya saing ekonomi daerah, pengembangan sumber daya manusia unggul, pembangunan kota hijau yang tangguh terhadap perubahan iklim, serta transformasi tata kelola pemerintahan berbasis teknologi digital.

Pada sektor infrastruktur, pemerintah akan memprioritaskan peningkatan kualitas jalan, pembangunan dan perbaikan drainase, normalisasi sungai, pengendalian banjir, serta penyediaan ruang terbuka publik yang lebih layak.

Program tersebut diharapkan mampu mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi risiko banjir yang masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah Kota Bandar Lampung.

Selain pembangunan fisik, Pemkot juga menargetkan penguatan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM, peningkatan investasi, pengembangan ekonomi kreatif, dan penciptaan lapangan kerja.

Di bidang lingkungan, pemerintah berkomitmen memperluas ruang hijau serta mendorong pembangunan yang ramah lingkungan sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketahanan kota terhadap dampak perubahan iklim.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menilai Bandar Lampung memiliki posisi strategis sebagai wajah kemajuan Provinsi Lampung.

Namun, menurutnya, pesatnya perkembangan kota juga menghadirkan tantangan berupa meningkatnya kebutuhan infrastruktur, pelayanan publik, ruang terbuka, hingga persoalan lingkungan.

Karena itu, pembangunan harus dilakukan secara berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Eva Dwiana mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, hingga masyarakat, untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembangunan Kota Bandar Lampung.

Menurutnya, semangat gotong royong yang telah menjadi kekuatan kota selama ratusan tahun harus terus dipertahankan agar Bandar Lampung semakin maju, berdaya saing, dan mampu menjadi kota yang tangguh menghadapi tantangan masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *