PTPN I Libatkan UMKM Binaan, Dagangan Ludes Sebelum Upacara Kemerdekaan Usai

Onetime.id, Jakarta – Kemerdekaan bagi Acong bukan sekadar upacara bendera dan lomba tujuh belasan. Bagi pelaku UMKM kuliner binaan PT Perkebunan Nusantara I (Persero) itu, 17 Agustus menjadi kesempatan untuk menguji seberapa cepat dagangannya berpindah tangan.

Tahun ini, dagangannya bahkan habis sebelum pukul 10.30 WIB.

Acong merupakan salah satu dari ratusan UMKM binaan PTPN I yang dilibatkan dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. .Kegiatan digelar serentak di regional dan unit kerja PTPN I di Sumatera, Jawa, dan Maluku.

PTPN I menyediakan stan promosi sekaligus membeli produk UMKM untuk dibagikan kepada karyawan yang mengikuti upacara bendera dan berbagai perlombaan kemerdekaan.

“Ini kali ketiga saya mengikuti Gebyar UMKM PTPN I. Biasanya dagangan habis sore hari, tetapi kali ini sebelum pukul 10.30 WIB seluruh produk sudah ludes,” ujar Acong.

Bagi Acong, dukungan tersebut bukan hanya soal tempat berjualan.

Kehadiran PTPN I juga membuat produknya lebih dikenal sekaligus memberikan tambahan omzet dalam satu hari kegiatan.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya PTPN I membuka akses pasar bagi UMKM binaannya.

Perusahaan tidak hanya menyediakan ruang promosi, tetapi ikut menyerap produk yang dijual pelaku usaha.

Direktur Utama PTPN I, Abdul Rivai Ras, mengatakan UMKM merupakan mitra strategis perusahaan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“UMKM adalah mitra tumbuh PTPN I. Pada momentum kemerdekaan ini, kami tidak hanya memberikan ruang promosi, tetapi juga memastikan produk mereka terserap pasar,” kata Rivai di Kantor Head Office PTPN I, Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026.

Menurut Rivai, pemberdayaan UMKM melalui akses pemasaran dan pembelian produk telah menjadi agenda yang dilakukan PTPN I dalam setiap momentum HUT Kemerdekaan.

Tahun ini, rata-rata UMKM peserta mampu mencatat omzet sekitar Rp5 juta hingga Rp7 juta dalam sehari kegiatan.

“Ini menunjukkan bahwa kolaborasi BUMN dengan UMKM dapat menciptakan dampak ekonomi yang konkret sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha,” ujar Rivai.

Produk yang ditawarkan pun beragam. Ada kuliner khas daerah, makanan dan minuman, kerajinan tangan, hingga produk olahan pertanian dan perkebunan.

Antusiasme karyawan membuat sejumlah produk bahkan habis sebelum rangkaian kegiatan berakhir.

Dari Bandar Lampung, Udin, pelaku UMKM siomay binaan PTPN I Regional 7, turut merasakan manfaat kegiatan tersebut.

Sementara Sugeng, pelaku UMKM asal Surabaya yang mengikuti kegiatan di Regional 5, menilai penyediaan stan dan dukungan pembelian produk membantu meningkatkan penjualan sekaligus memperkenalkan produknya kepada pasar yang lebih luas.

Bagi PTPN I, perayaan kemerdekaan tidak berhenti pada pengibaran bendera. Ada transaksi yang terjadi, dagangan yang ludes, dan pelaku usaha kecil yang membawa pulang tambahan pendapatan.

Semangat kemerdekaan itu, menurut perusahaan, diwujudkan dengan memberi ruang bagi UMKM untuk tumbuh.

Sebab bagi pelaku usaha seperti Acong, kemerdekaan terasa lebih nyata ketika dagangan habis terjual dan pintu pasar terbuka lebih lebar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *