Bandar Lampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung kembali memperjuangkan operasional SMA Siger sebagai solusi bagi ratusan siswa yang belum memperoleh sekolah.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menyatakan langkah tersebut dilakukan agar sekitar 120 siswa yang hingga kini belum tertampung tidak kehilangan hak untuk mendapatkan pendidikan.
Eva mengatakan keberadaan SMA Siger diharapkan menjadi jalan keluar atas persoalan keterbatasan daya tampung sekolah menengah atas negeri di Bandar Lampung.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak ingin ada anak yang terpaksa putus sekolah hanya karena tidak mendapatkan bangku pendidikan.
“Kami terus berupaya agar SMA Siger dapat kembali beroperasi sehingga anak-anak yang belum mendapatkan sekolah tetap bisa melanjutkan pendidikan,” ujar Eva.
Pemkot Bandar Lampung saat ini terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung serta instansi terkait untuk menyelesaikan berbagai persyaratan administrasi dan perizinan agar SMA Siger dapat segera difungsikan kembali.
Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjamin akses pendidikan bagi seluruh masyarakat.
Eva menegaskan pendidikan merupakan hak setiap anak yang harus dipenuhi oleh pemerintah.
Karena itu, berbagai upaya akan terus dilakukan agar tidak ada siswa yang tertinggal atau terpaksa menghentikan pendidikannya akibat keterbatasan daya tampung sekolah.
Selain memperjuangkan operasional SMA Siger, Pemkot Bandar Lampung juga melakukan pendataan terhadap siswa yang belum diterima di sekolah serta membuka komunikasi dengan berbagai pihak untuk mencari solusi terbaik.
Pemerintah berharap seluruh siswa dapat segera memperoleh kepastian tempat belajar sebelum tahun ajaran baru berjalan sepenuhnya.
Persoalan daya tampung sekolah menjadi perhatian pemerintah daerah dalam beberapa tahun terakhir seiring meningkatnya jumlah lulusan SMP di Bandar Lampung.
Kehadiran SMA Siger diharapkan mampu menjadi alternatif untuk mengurangi persoalan tersebut sekaligus memastikan pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat.
Melalui langkah tersebut, Pemkot Bandar Lampung berharap seluruh anak usia sekolah tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala keterbatasan fasilitas.
Pemerintah juga menegaskan akan terus memperjuangkan kebijakan yang berpihak kepada dunia pendidikan agar tidak ada lagi siswa yang terancam putus sekolah.






