Bandar Lampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung berkomitmen mengembangkan Kawasan Heritage Olok Gading menjadi destinasi wisata budaya unggulan.
Kawasan yang dikenal sebagai salah satu permukiman tertua di Kota Bandar Lampung itu diproyeksikan menjadi magnet baru pariwisata berbasis sejarah, budaya, dan kearifan lokal.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, saat mendampingi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau Kampung Adat Marga Teluk Betung di Negeri Olok Gading.
Menurut Eva, pengembangan kawasan heritage membutuhkan kolaborasi antara pemerintah kota, pemerintah provinsi, tokoh adat, dan masyarakat agar mampu menjadi destinasi wisata yang berdaya saing.
“Olok Gading akan kita jadikan kawasan pariwisata. Untuk itu diperlukan kerja sama semua pihak agar pengembangannya berjalan maksimal,” kata Eva.
Sebagai bentuk dukungan, Pemkot Bandar Lampung menyiapkan anggaran Rp2,5 miliar yang akan dialokasikan secara bertahap.
Pada Perubahan APBD 2026, pemerintah menganggarkan Rp500 juta, sedangkan Rp2 miliar sisanya akan dialokasikan pada APBD 2027.
Selain itu, Pemkot juga menyiapkan dua unit mobil operasional untuk mendukung pengelolaan kawasan wisata budaya di Olok Gading dan Kuripan.
Eva menjelaskan, bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung pelestarian rumah-rumah adat, memperbaiki fasilitas penunjang, serta meningkatkan daya tarik kawasan agar mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.
Menurutnya, pengembangan kawasan heritage juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif.
Selain menjaga bangunan bersejarah, pemerintah juga mendorong pelestarian tradisi, seni, dan budaya masyarakat setempat sebagai bagian dari identitas Kota Bandar Lampung.
Kawasan Olok Gading dinilai memiliki nilai historis yang kuat sehingga layak dikembangkan sebagai pusat wisata budaya dan edukasi.
Pemkot Bandar Lampung berharap pengembangan Kawasan Heritage Olok Gading tidak hanya menjadi upaya melestarikan warisan budaya, tetapi juga mampu menciptakan destinasi wisata baru yang meningkatkan kunjungan wisatawan, membuka peluang usaha, dan memperkuat identitas budaya Kota Bandar Lampung.






