Bandar Lampung — Pemerintah Kota Bandar Lampung memperkuat langkah mitigasi kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bakung seiring memasuki musim kemarau.
Upaya tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi kebakaran yang kerap dipicu suhu tinggi, gas metana dari timbunan sampah, serta aktivitas manusia di kawasan TPA.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung Budi Ardianto mengatakan pencegahan menjadi fokus utama pemerintah kota.
Berbagai langkah telah disiapkan, mulai dari menempatkan tandon air di sejumlah titik strategis hingga memperkuat koordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.
“Mitigasi kebakaran di TPA Bakung terus kami tingkatkan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau,” kata Budi.
Menurut Budi, tandon air disiapkan sebagai sumber air awal apabila muncul titik api sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum api meluas.
Selain itu, petugas juga telah memetakan area-area yang dinilai rawan kebakaran di TPA Bakung yang memiliki luas sekitar 14 hektare.
DLH juga meningkatkan edukasi kepada para pemulung dan pekerja di TPA. Mereka diimbau tidak merokok maupun membakar sampah di area pembuangan karena aktivitas tersebut berpotensi memicu kebakaran, terutama saat cuaca kering.
“Pencegahan menjadi langkah paling efektif. Kami terus mengingatkan para pemulung agar tidak merokok dan tidak membakar sampah di area TPA,” ujar Budi.
Penguatan mitigasi dilakukan sebagai evaluasi atas kebakaran besar yang melanda TPA Bakung pada Desember 2024.
Peristiwa itu membutuhkan waktu lebih dari 24 jam untuk dipadamkan sehingga menjadi pelajaran penting dalam memperkuat sistem pencegahan kebakaran.
Pemerintah Kota Bandar Lampung berharap berbagai langkah antisipasi tersebut mampu menjaga operasional TPA Bakung tetap aman selama musim kemarau, sekaligus meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar kawasan pembuangan sampah.
Di tingkat nasional, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah mengingatkan seluruh pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran TPA selama musim kemarau.






