Bandar Lampung — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bandar Lampung memetakan daya tampung sekolah menengah pertama (SMP) negeri untuk mengakomodasi sekitar 600 calon siswa yang belum diterima pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Langkah itu dilakukan setelah pemerintah menerima ratusan pengaduan dari orang tua siswa yang anaknya belum memperoleh kursi di sekolah negeri.
Kepala Disdikbud Kota Bandar Lampung M. Nur Ramdhan mengatakan seluruh laporan yang masuk sedang diverifikasi untuk memastikan calon siswa memang belum diterima di sekolah negeri maupun swasta.
Setelah proses tersebut selesai, para siswa akan ditempatkan di SMP negeri yang masih memiliki sisa daya tampung.
Menurut Ramdhan, pemetaan dilakukan berdasarkan kapasitas setiap sekolah serta domisili calon siswa agar penempatan tidak terlalu jauh dari tempat tinggal mereka.
“Kami sedang memetakan sekolah-sekolah yang masih memiliki daya tampung. Harapannya seluruh siswa yang memenuhi syarat bisa segera mendapatkan sekolah sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai,” katanya.
Ia menjelaskan, tidak seluruh SMP negeri masih dapat menerima siswa tambahan.
Sejumlah sekolah favorit, seperti SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SMP Negeri 14, dan SMP Negeri 29, telah memenuhi kuota sehingga tidak memungkinkan dilakukan penambahan rombongan belajar.
Sementara sekolah lain yang masih memiliki kursi kosong akan dioptimalkan untuk menampung calon siswa.
Ramdhan mengatakan lonjakan jumlah pendaftar menjadi salah satu penyebab banyaknya siswa yang belum tertampung.
Tahun ini jumlah pendaftar SPMB mencapai sekitar 16 ribu orang, meningkat sekitar 4.000 pendaftar dibandingkan tahun sebelumnya. Tingginya minat masyarakat terhadap sekolah negeri juga terkonsentrasi di sejumlah sekolah favorit.
Ia menegaskan daya tampung sekolah negeri tidak mengalami pengurangan.
Perubahan hanya terjadi pada distribusi kuota di masing-masing jalur penerimaan, menyesuaikan jumlah pendaftar, terutama pada jalur afirmasi bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Pemerintah Kota Bandar Lampung menargetkan seluruh proses penempatan siswa selesai sebelum dimulainya kegiatan belajar mengajar.
Apabila seluruh daya tampung SMP negeri telah terpenuhi, pemerintah menyatakan siap memfasilitasi siswa dari keluarga kurang mampu melalui program bantuan pendidikan di sekolah swasta agar tidak ada anak yang putus sekolah.






