Bandar Lampung Gelar Istighosah Kubro, Eva: Pembangunan Harus Diperkuat Nilai Spiritual

Onetime.id, Bandar Lampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung menggelar Istighosah Kubro sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon keselamatan, keberkahan, dan kelancaran pembangunan daerah, Jumat, 18 Juli 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di salah satu masjid besar di Bandar Lampung itu dihadiri ribuan jemaah dari berbagai kalangan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, pimpinan pondok pesantren, serta masyarakat dari berbagai kecamatan.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dzikir, shalawat, dan tausiah yang disampaikan ulama setempat. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin para tokoh agama.

Dalam sambutannya, Eva Dwiana mengatakan pembangunan daerah tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi.

Menurut dia, nilai-nilai moral dan spiritual harus menjadi fondasi agar setiap kebijakan pemerintah memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Melalui Istighosah Kubro ini, kita memohon keberkahan dan perlindungan Allah SWT agar Bandar Lampung tetap aman, damai, dan mampu terus berkembang. Pembangunan akan berjalan lebih baik jika diiringi penguatan nilai-nilai keimanan dan kebersamaan,” kata Eva.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum mempererat persaudaraan, memperkuat toleransi, dan menumbuhkan kembali semangat gotong royong dalam membangun Kota Bandar Lampung.

Perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bandar Lampung menyampaikan bahwa pendekatan keagamaan memiliki peran penting dalam menjaga harmoni sosial.

Sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dinilai menjadi modal utama untuk mempertahankan kerukunan serta menciptakan suasana yang kondusif.

Pemerintah Kota Bandar Lampung berharap Istighosah Kubro tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

Doa yang dipanjatkan dalam kegiatan tersebut ditujukan bagi kemajuan Kota Bandar Lampung, keselamatan bangsa, serta masyarakat yang tengah menghadapi berbagai ujian, termasuk bencana alam di sejumlah daerah.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama agar Bandar Lampung senantiasa memperoleh perlindungan, kedamaian, serta keberkahan, sekaligus memohon agar para pemimpin dan masyarakat diberikan kekuatan dalam menjalankan amanah membangun daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *