Onetime.id,Bandar Lampung – Anggota DPRD Provinsi Lampung, Budiman AS, mengapresiasi langkah cepat Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dalam merespons gejolak harga singkong yang sempat meresahkan petani.
Budiman menilai koordinasi Gubernur dengan Kementerian Pertanian (Kementan) pada 9 September lalu langsung membuahkan hasil.
Pemerintah pusat menetapkan harga minimal singkong Rp1.350 per kilogram dengan rafaksi 15 persen serta memberlakukan larangan terbatas (lartas) impor tepung tapioka.
“Kebijakan ini kabar baik bagi petani karena penyerapan panen lokal lebih terjamin,” ujar Ketua DPC Demokrat Bandar Lampung itu, pada Minggu, (21/9/2025).
Budiman juga mengapresiasi langkah Presiden melalui Kementan yang mendukung pembatasan impor.
Menurutnya, tanpa kebijakan itu, perusahaan cenderung membeli singkong dari luar negeri dengan harga lebih murah.
“Dengan pembatasan, permintaan singkong lokal otomatis meningkat sehingga petani bisa menikmati harga yang layak,” kata dia.
Ia pun memberi kredit pada Panitia Khusus (Pansus) Tata Niaga Singkong DPRD Lampung yang dinilai konsisten mengawal aspirasi petani hingga melahirkan kebijakan konkret.
“Pansus bekerja mencari solusi terbaik agar kesejahteraan petani meningkat,” tegas Budiman.
Selain soal singkong, Budiman menyinggung keberhasilan Gubernur Rahmat menjaga kondusivitas daerah, terutama saat unjuk rasa damai di awal September.
“Gubernur langsung turun menemui masyarakat. Itu contoh baik bagaimana pemerintah hadir dan meredam potensi konflik. Bahkan bisa menjadi percontohan nasional,” ujarnya.
Ia meminta bupati dan wali kota di Lampung meniru langkah cepat dan responsif Gubernur.
“Quick response itu penting agar masalah tidak berlarut-larut. Unjuk rasa damai di Lampung bisa jadi model nasional jika semua kepala daerah hadir di tengah rakyat,” kata Budiman.






