Groundbreaking Jalan Lamtim, Giri Warning Kontraktor Jangan Bangun Hari Ini, Hancur Besok

Ketua DPRD Lampung, Ahmad Giri Akbar, melempar pesan keras dari lokasi groundbreaking ruas Jabung–SP Labuhan Maringgai. Dok: Ist.

Onetime.id, Bandar Lampung – Ketua DPRD Lampung, Ahmad Giri Akbar, melempar pesan keras dari lokasi groundbreaking ruas Jabung–SP Labuhan Maringgai. Satu kalimat kuncinya jangan main-main dengan kualitas.

Di hadapan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) pada Jumat, (10/4/2026), Giri menegaskan proyek sepanjang 6,2 kilometer itu bukan sekadar rutinitas pembangunan.

Ini jalur vital urat nadi mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian di Lampung Timur.

“Kami tidak mau jalan ini baru dibangun, tapi di 2028 atau 2029 sudah rusak. Harus dikerjakan dengan kualitas terbaik.”

Nada itu bukan tanpa alasan. Ruas ini disebut lahir dari dorongan aspirasi anggota DPRD dari dapil Lampung Timur.

Artinya, proyek ini membawa beban politik sekaligus ekspektasi publik: harus awet, bukan cepat rusak.

Sorotan Giri langsung mengarah ke pelaksana, PT Rezeki Raya Abadi.

Ia meminta pekerjaan dijalankan ketat sesuai SOP, dengan pengawasan berlapis agar tak ada ruang kompromi pada mutu.

Lebih jauh, ia membuka sinyal pengawalan dari level tertinggi. Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung disebut akan turun langsung memantau progres di lapangan indikasi bahwa proyek ini masuk radar prioritas.

Targetnya pun ambisius. Tahun 2026, jalan mantap provinsi di Lampung Timur dipatok menembus 98 hingga 100 persen.

“Ini bukan sekadar proyek jalan, tapi upaya besar memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.”

Namun Giri tak ingin pengawasan berhenti di pemerintah. Ia menyeret publik masuk ke dalamnya dari camat, kepala desa, hingga masyarakat diminta ikut mengawal.

“Ini jalan kita bersama. Mari kita awasi dan jaga agar manfaatnya bisa dirasakan lebih lama.”

Di balik beton dan aspal, ada kepentingan yang lebih besar pergerakan ekonomi. Infrastruktur yang baik, kata Giri, akan mempercepat distribusi hasil pertanian dan menghidupkan roda ekonomi desa.

“Jalan ini bukan sekadar jalan, tapi penggerak ekonomi.”

Sejumlah anggota DPRD Lampung dari dapil setempat turut hadir, di antaranya Yusnadi, M. Khadafi Azwar, Garinca Reza Fahlevi, Rahmat Visa Rida Arifin, serta Abdul Aziz.

Groundbreaking sudah dimulai. Tapi ujian sesungguhnya baru berjalan apakah proyek ini benar jadi solusi, atau kembali masuk daftar panjang jalan yang cepat usang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *