LSM Gedor Desak Dirut BTB Toll Mundur, Nilai Gagal Kelola Tol dan Bebani Masyarakat

Ilustrasi AI. LSM Gedor juga menyoroti dampak langsung yang dirasakan masyarakat, khususnya pengguna jalan tol di Lampung.

Onetime.Id, Bandar Lampung – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gedor (Gerakan Demokrasi Rakyat) melontarkan kritik keras terhadap kinerja Direktur Utama I Wayan Mandia.

Ia dinilai gagal dalam mengelola ruas jalan tol Bakauheni–Terbanggi Besar, serta dianggap turut membebani masyarakat Lampung melalui kebijakan kenaikan tarif tol.

Ketua Umum LSM Gedor, A Zahriansyah, menyatakan bahwa kondisi tersebut menunjukkan lemahnya manajemen perusahaan.

Menurutnya, ketidakmampuan dalam meningkatkan profit serta minimnya inovasi menjadi faktor utama yang berujung pada tingginya tarif tol.

“Ini bukan hanya soal bisnis, tapi juga menyangkut kepentingan publik. Ketika pengelolaan tidak optimal, masyarakat yang akhirnya menanggung beban melalui tarif yang terus naik,” ujar Zahriansyah dalam keterangannya pada Rabu, (29/4/2026).

Ia menilai, langkah menaikkan tarif tol bukanlah solusi jangka panjang, melainkan cerminan dari kegagalan dalam mengelola potensi pendapatan dan efisiensi operasional.

Oleh karena itu, pihaknya mendesak investor untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja direksi.

“Investor harus tegas. Jika tidak mampu membawa perusahaan ke arah yang lebih baik, maka sudah seharusnya dilakukan pergantian kepemimpinan,” tegasnya.

LSM Gedor juga menyoroti dampak langsung yang dirasakan masyarakat, khususnya pengguna jalan tol di Lampung yang mengeluhkan tingginya biaya perjalanan.

Kondisi ini dinilai dapat menghambat mobilitas serta pertumbuhan ekonomi daerah.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll belum memberikan tanggapan resmi terkait desakan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *