Berita  

Mahasiswa Internasional Belajar Tari Sigeh Pengunten dan Pencak Silat di RISS 2026

Bandar Lampung  – Pengenalan budaya Lampung dalam Raden Intan Seasonal School (RISS) 2026 di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) berlangsung interaktif.

Para mahasiswa internasional tidak hanya menyaksikan pertunjukan seni, tetapi juga diajak belajar dan mempraktikkan gerakan tari serta pencak silat.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembukaan RISS 2026 yang digelar di Ruang Teater Lantai 2 Gedung Academic & Research Center UIN RIL, Rabu (26/8/2026).

Mengusung tema “Building Bridges Through Culture, Service, and Global Citizenship”, RISS dirancang sebagai ruang perjumpaan dan pembelajaran lintas budaya.

Peserta terlebih dahulu diperkenalkan dengan Tari Sigeh Pengunten, salah satu seni tari Lampung yang ditampilkan dalam rangkaian pembukaan.

Setelah menyaksikan pertunjukan, mahasiswa internasional diberi kesempatan mengikuti gerakan tari secara langsung dengan mengikuti contoh yang diperagakan oleh Rumah Tari BK dari mahasiswa Prodi Bimbingan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN RIL.

Suasana serupa terlihat saat peserta diperkenalkan dengan seni bela diri melalui penampilan UKM Tapak Suci UIN RIL. Peserta tidak hanya melihat demonstrasi, tetapi juga mendapat kesempatan mencoba beberapa gerakan yang diperagakan.

Kegiatan ini menjadi salah satu cara RISS 2026 memperkenalkan budaya Lampung kepada peserta internasional melalui pengalaman langsung. Budaya tidak hanya disampaikan sebagai pengetahuan, tetapi juga diperkenalkan melalui pengalaman, interaksi, dan praktik.

Rangkaian pengenalan budaya berlanjut pada Kamis (27/8) melalui agenda Traditional Lampungnese Culture di Lamban Gedung Kuning. Peserta akan mengikuti cultural talk bersama pemangku adat Lampung serta mengenal sejumlah warisan budaya Lampung.

Peserta juga dijadwalkan mengunjungi sentra Tapis Lampung dan industri keripik untuk melihat secara langsung aktivitas dan produk budaya lokal. Pada malam harinya, mahasiswa internasional akan berbagi cerita mengenai budaya, tradisi, dan warisan dari negara masing-masing.

Pada Jumat (28/8), kegiatan berlanjut dengan Unity in Diversity: Education Fair di lingkungan UIN RIL. Agenda meliputi campus tour, aktivitas bersama fakultas melalui program Volunteer in Action, pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), penampilan hadroh Ma’had Al Jami’ah UIN RIL, serta diskusi internasionalisasi bersama SALI dan tim International Office Ad Hoc.

Rangkaian RISS 2026 kemudian ditutup pada Sabtu (29/8) melalui kegiatan Indonesia Heritage and Community Services di Raden Inten Beach. Peserta dijadwalkan mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebelum penutupan program.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *