Onetime.id, Bandar Lampung – Stan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandar Lampung menjadi salah satu yang paling ramai dikunjungi dalam gelaran Bandar Lampung Expo 2026.
Daya tarik utamanya adalah aplikasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bernama Rupa Wajah, yang memungkinkan pengunjung mengetahui kemiripan wajah mereka dengan tokoh publik, pahlawan, maupun artis.
Sejak diperkenalkan bersamaan dengan peluncuran Program Seribu Wajah Kota Bandar Lampung, aplikasi tersebut telah digunakan oleh lebih dari 500 pengunjung.
Antusiasme masyarakat pun terus meningkat selama pelaksanaan expo.
Kepala Bidang Pemberdayaan E-Government Diskominfo Kota Bandar Lampung, Fachrizal, mengatakan pengunjung hanya perlu mengisi nama dan nomor telepon, kemudian memilih kategori tokoh yang ingin dibandingkan.
“Melalui aplikasi Rupa Wajah ini, pengunjung cukup mengisi nama dan nomor telepon, kemudian memilih kategori tokoh yang ingin dibandingkan, apakah artis atau pahlawan. Selanjutnya sistem akan menganalisis dan menampilkan siapa tokoh yang memiliki kemiripan wajah dengan pengguna,” ujar Fachrizal, Rabu (22/7/2026).
Menurut dia, rata-rata sekitar 150 orang mencoba aplikasi tersebut setiap hari selama expo berlangsung.
“Hingga saat ini sudah lebih dari 500 orang yang mencoba aplikasi ini. Respons masyarakat sangat baik karena selain menghibur, aplikasi ini juga menjadi sarana memperkenalkan inovasi digital yang dikembangkan Pemerintah Kota Bandar Lampung,” katanya.
Fachrizal menjelaskan, Program Seribu Wajah tidak berhenti pada fitur hiburan semata.
Pemerintah Kota Bandar Lampung akan mengembangkannya menjadi platform layanan publik berbasis teknologi yang terintegrasi untuk mendukung pelayanan dan mitigasi bencana.
Salah satu pengembangannya ialah sistem pemantauan ketinggian muka air sungai yang memadukan kamera CCTV dengan sensor digital rakitan Diskominfo.
Sistem tersebut dirancang untuk menampilkan kondisi sungai secara real time sehingga masyarakat dapat mengetahui status air, mulai dari aman, siaga, hingga bahaya.
“Kami menggabungkan CCTV dengan sensor ketinggian air yang kami rakit sendiri. Masyarakat nantinya bisa mengetahui kondisi sungai, apakah berada pada level aman, siaga, atau bahaya sehingga dapat melakukan antisipasi lebih dini,” jelasnya.
Selain pemantauan sungai, platform Seribu Wajah juga akan dikembangkan untuk menghadirkan berbagai layanan digital lainnya, seperti pemantauan kondisi lalu lintas, ketersediaan area parkir, hingga layanan publik di organisasi perangkat daerah (OPD), puskesmas, dan rumah sakit.
Saat ini, uji coba sistem pemantauan ketinggian air baru diterapkan di kawasan Way Balau, tepatnya di sekitar Jembatan Beton.
Pemerintah Kota Bandar Lampung berencana memperluas pemasangan perangkat tersebut ke sejumlah titik sungai lainnya.
“Untuk sementara baru dipasang di Way Balau sebagai tahap uji coba. Ke depan akan terus kami kembangkan agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat lebih luas,” pungkas Fachrizal.






