Bandar Lampung –Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela melakukan peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan Jembatan Perintis Garuda tahap III dan IV Kodam XXI/Raden Inten di Desa Kalipasir, Kecamatan Bungur, Kabupaten Lampung Timur, Rabu (1/4/2026).
Pembangunan jembatan yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto tersebut diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan akses yang selama ini dihadapi pelajar dan masyarakat setempat.
Jembatan penghubung utama antara Desa Kali Pasir dan Desa Tanjung Tirto ini sempat viral di media sosial karena puluhan pelajar dan warga dari dua desa terpaksa menyeberangi sungai menggunakan getek setiap hari, bahkan bersama sepeda motor mereka.
Wagub Jihan mengapresiasi dimulainya pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan warga.
Ia menilai kehadiran infrastruktur tersebut sangat krusial dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah, khususnya bagi warga Desa Kalipasir yang selama ini masih bergantung pada transportasi perahu atau getek.
“Jembatan ini menjadi infrastruktur yang sangat krusial. Jika jalan masih bisa dilalui meski dalam kondisi kurang baik, berbeda halnya jika jembatan tidak tersedia, maka konektivitas benar-benar terputus,” ujarnya.
Ia juga mengakui keterbatasan anggaran menjadi tantangan dalam percepatan pembangunan infrastruktur di daerah.
Meski pembangunan jembatan merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, Pemprov Lampung tetap berupaya melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat guna mendorong realisasinya.
Menurut Jihan, pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan bagian dari program nasional yang dilaksanakan oleh TNI, bahkan turut didukung dengan talangan anggaran awal demi mempercepat pengerjaan.
“Ini adalah bentuk nyata sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan TNI. Kolaborasi seperti ini sangat penting agar pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran,” katanya.
Ia menambahkan, jembatan yang dibangun di Kalipasir memiliki bentang yang lebih panjang dibandingkan jembatan serupa di wilayah lain di Lampung, sehingga membutuhkan koordinasi lintas sektor.
Jihan berharap pembangunan tahap III dan IV dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu, serta mengingatkan masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas tersebut setelah selesai dibangun.
“Jembatan ini nantinya akan sangat membantu aktivitas masyarakat, mulai dari anak sekolah, petani, hingga pedagang. Mari kita jaga bersama agar manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Lampung Timur Azwar Hadi, jajaran TNI, unsur Forkopimda, serta masyarakat setempat yang menyambut antusias pembangunan jembatan.
Adapun pembangunan jembatan permanen masih terus dipersiapkan dan nantinya akan menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).
Saat ini, proses pembangunan masih berada pada tahap pembebasan lahan yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Lampung Timur.(*)






