Di Balik Daging Kurban, Ribuan Tangan Bekerja Diam Menjaga Kepercayaan

Petugas mengecek kesehatan ternak untuk hewan qurban.

Onetime.id, Bandar Lampung –  Menjelang Iduladha 1447 Hijriah, denyut persiapan kurban mulai terasa. Di balik riuh takbir dan harap berbagi, ada ribuan orang yang bekerja tanpa sorot, memastikan daging yang sampai ke tangan warga benar-benar layak.

Sebanyak 1.229 petugas dikerahkan Pemerintah Provinsi Lampung.

Mereka bukan hanya angka di dalamnya ada dokter hewan yang memeriksa satu per satu ternak, paramedik yang turun ke kandang-kandang, hingga relawan yang belajar memastikan kurban tak sekadar sah, tapi juga aman.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lampung, Lili Mawarti, menyebut pengawasan dilakukan menyeluruh.

Dari kandang peternak, lapak penjualan, hingga halaman masjid tempat hewan disembelih semua menjadi titik yang tak luput dari perhatian.

“Ini tentang memastikan apa yang dimakan masyarakat itu aman, sehat, utuh, dan halal,” ujarnya.

Pengawasan bahkan sudah dimulai sejak dua pekan sebelum hari raya. Di waktu ketika sebagian orang baru mulai menabung niat berkurban, para petugas sudah lebih dulu masuk ke kandang-kandang, memeriksa kesehatan hewan, memastikan tidak ada yang luput.

Saat hari kurban tiba, kerja mereka belum usai. Dari proses penyembelihan hingga distribusi daging, pengawasan terus berjalan.

Bahkan setelah daging dibagikan, pemantauan tetap dilakukan hingga beberapa hari ke depan.

Di sisi lain, Lampung tahun ini berada dalam kondisi yang cukup melegakan. Stok hewan kurban dipastikan surplus.

Sapi, kambing, hingga domba tersedia lebih dari cukup sebuah kabar baik di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Namun bagi para petugas di lapangan, angka-angka itu bukan sekadar data. Setiap hewan yang diperiksa, setiap daging yang dibagikan, adalah bagian dari kepercayaan masyarakat yang harus dijaga.

Di balik satu kantong daging kurban yang diterima warga, ada kerja panjang yang tak terlihat tentang kehati-hatian, tanggung jawab, dan niat menjaga agar ibadah tetap utuh, dari niat hingga sampai ke meja makan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *