Onetime.id- Bandar Lampung – Masalah pendirian SMA Siger yang diinisiasi Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana kembali menuai kritik pedas.
Pemerhati kebijakan hukum, sosial, dan publik, Benny N.A. Puspanegara, menyebut langkah sang wali kota sebagai bentuk kekeliruan administratif yang berulang dan menyarankan satu solusi sederhana: cuti dan ngopi.
“Mungkin akibat kurang ngopi, Wali Kota jadi rasa Gubernur,” ujar Benny saat dimintai tanggapan, Sabtu, (12/72025).
Ia menyebut, ini bukan kali pertama kebijakan Pemkot Bandar Lampung jadi sorotan.
Sebelumnya, publik juga dibuat bingung oleh proyek kereta gantung dengan rute yang berpindah-pindah tanpa kepastian.
Kini, muncul polemik SMA Siger yang sudah membuka pendaftaran siswa, padahal dokumen perizinan tak kunjung ada.
“Ini aneh. Sekolahnya jalan, tapi izinnya belum ada. Padahal jelas, pendirian sekolah swasta harus penuhi 30 syarat administratif,” kata Benny.
Ia menyarankan agar Wali Kota Eva Dwiana mengambil jeda dari hiruk-pikuk pemerintahan.
“Mungkin waktunya bunda cuti sebentar, istirahat, sambil ngopi-ngopi. Bisa jadi selama ini terlalu sibuk mikirin rakyat, sampai lupa regulasi,” sindirnya.
Benny bahkan menyinggung kemungkinan lain: bahwa sang wali kota tengah “latihan naik level” jadi gubernur.
“Apa memang lagi simulasi jadi Gubernur? Tapi mohon maaf, pendirian SMA itu ranah provinsi. Jadi jangan dulu merasa di level itu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Benny menyoroti potensi pelanggaran hukum jika operasional sekolah dibiayai oleh anggaran Pemkot.
“Kalau dana dari APBD kota digunakan, itu sudah pasti menabrak aturan. Selain katanya galak, ternyata bunda juga lucu. Masa enggak ngerti prosedur pendirian sekolah, atau jangan-jangan memang enggak peduli?” katanya.
Kritik juga diarahkan kepada jajaran internal Pemkot.
“Dimana wakilnya? Dimana asistennya? Dimana kepala dinasnya? Ini kesannya wali kota kerja sendiri,” ujar Benny, retoris.
Tak luput, Benny juga menyorot sikap diam wakil rakyat di DPRD Kota Bandar Lampung.
“Waktu pemilu legislatif lalu, suara mereka lantang, baliho mereka di mana-mana. Sekarang? Sunyi senyap. Slogan-slogannya bahkan lebih manis dari tebu Nyonya Lee,” tutup Benny dengan nada sarkastik.






