Onetime.id – Pemerhati kebijakan hukum, sosial, dan publik Benny N.A. Puspanegara menyoroti buruknya pemeliharaan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Siger Milenial di Kota Bandar Lampung. Sejumlah lampu penerangan di jembatan yang baru diresmikan itu dilaporkan mati dan tak terurus.
“Megah tapi serampangan. Ini proyek yang tidak melalui kajian matang dan cenderung hanya mengejar kesan gagah-gagahan,” ujar Benny, Minggu, (29/6/2025).
Ia mendesak pemerintah kota dan aparat berwenang segera melakukan audit menyeluruh terhadap proyek tersebut.
Ia juga mengingatkan DPRD Kota Bandar Lampung agar menjalankan fungsi pengawasan dengan lebih serius.
“Di bawah kepemimpinan dewan yang sekarang, DPRD justru terkesan melempem. Padahal partai pengusung seharusnya bersikap kritis sejak awal, selaras dengan semangat Presiden yang juga Ketua Umum partai mereka,” kata Benny.
Menurut catatan Benny, sejak tahap konstruksi, proyek ini telah menyimpan persoalan.
Ia mencontohkan kelalaian pelaksana proyek dalam memenuhi standar keselamatan kerja (K3) dan penyediaan alat pelindung diri (APD) bagi para pekerja.
“Ini akibat dari pembangunan yang tidak didasarkan pada perencanaan dan riset yang matang. Sekadar memuaskan ego pejabat agar tampak ‘wah’, padahal tak memiliki urgensi nyata bagi masyarakat,” tegas Sekjen Bangsawan Muda Indonesia itu.
Ia juga menyindir Wali Kota Bandar Lampung, yang menurutnya abai terhadap prinsip pembangunan berkelanjutan (sustainable development).
Benny menilai, seharusnya wakil wali kota bisa memberikan masukan, mengingat kapasitas dan pengalaman birokrasi yang lebih senior.
“Tapi faktanya, seperti mati kutu di hadapan istri mantan atasannya,” ucap Benny, merujuk pada posisi wakil wali kota yang dinilai pasif.
Lebih lanjut, Benny juga menyatakan penolakannya terhadap rencana pembangunan kereta gantung yang digagas wali kota.
Ia mengkritik inkonsistensi penentuan jalur proyek tersebut, yang beberapa kali berubah titik tanpa penjelasan yang jelas.
“Kalau tetap ngotot, ya silakan pakai uang pribadi. Masalah pokok rakyat saja masih banyak yang belum tersentuh,” tutupnya.






