Onetime.id – Diakhir Juni di gedung senam Raden Inten yang penuh gema dan gesekan kaki di matras, cahaya kemenangan itu menyapa dari Tanah Lada.
Provinsi Lampung menorehkan tinta emas dalam sejarah senam Indonesia, menjadi Juara Umum Gymnastics Jakarta Open 2025.
Dalam laga bergengsi yang diikuti 342 atlet dari 52 klub dan 10 provinsi, Lampung tak hanya hadir, tetapi tampil mencolok: mendominasi podium, menaklukkan palang dan ritme musik dengan kelenturan tubuh dan kekuatan jiwa.
Para pesenam muda, dengan teknik yang nyaris menyerupai tarian angin, membuktikan bahwa estetika gerak bisa menjadi medan prestasi.
Lampung, dengan atlet-atlet belia seperti Lintang Anandita Maheswari, Ahmad ‘Ukasyah Kholilulloh, dan Khodijah Dzilfa Shakiyya, menari bersama angka-angka tinggi dari dewan juri.
Di nomor individual dan aerobik marathon, kontingen Lampung merajai kategori demi kategori.
Beberapa nama bahkan tampil berulang di podium tertinggi, menandakan stamina latihan yang tak hanya keras, tetapi juga konsisten.
Berikut cuplikan puncak prestasi mereka:
Individual Women, Youth (12–14 Tahun)
- Emas: Lintang Anandita Maheswari (15.300) – Lampung
- Perak: Annisa Alwi Maharani – DKI
- Perunggu: Noura Filia Puspita – Jateng
Individual Man, Youth (12–14 Tahun)
- Emas: Ahmad ‘Ukasyah Kholilulloh (16.450) – Lampung
- Perak & Perunggu pun jatuh ke tangan Lampung.
Aerobik Marathon, SMP Putri
- Emas: Khodijah Dzilfa Shakiyya – Lampung
- Perunggu: Maria Al Qibtiyya – Lampung
Dan masih banyak lagi nama-nama muda yang lahir sebagai juara bukan hanya dari kompetisi, tetapi dari pembinaan yang bertahun-tahun diasah dalam sunyi latihan.
Hasan Udin, pelatih utama kontingen Lampung, tidak mampu menyembunyikan rasa haru.
“Ini adalah hasil kerja keras tim yang luar biasa. Orang tua yang rela berkorban, pelatih yang terus menyemangati. Meski dana berasal dari kantong pribadi, hasilnya sungguh menggembirakan,” ujarnya.
Kemenangan ini bukan sekadar soal angka dan medali.
Ia adalah jawaban dari keyakinan: bahwa di balik senyapnya ruang latihan, terdapat gemuruh tekad yang suatu hari akan menggema di panggung nasional.
Gymnastics Jakarta Open 2025 menjadi saksi bahwa Lampung bukan sekadar peserta, tapi gudang talenta tempat di mana kesabaran dan dedikasi menjelma prestasi.
Di tengah derasnya arus olahraga populer lain, senam tampil seperti puisi tubuh yang menuntut kepekaan dan kedisiplinan.
Maka tak berlebihan jika kemenangan ini disebut bukan sekadar pencapaian, melainkan perayaan.
Sebuah selebrasi atas kerja sunyi yang akhirnya disambut sorak.
Lampung tak hanya menang. Ia menunjukkan bahwa dari tanah yang jauh dari ibukota, cahaya juara bisa bersinar bahkan lebih terang.






