FOKAL IMM Gas Konsolidasi, Siap Mainkan Peran Strategis Wujudkan Lampung Maju

Onetime.id, Bandar Lampung – Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (FOKAL IMM) Lampung tak ingin sekadar jadi “organisasi nostalgia”.

Mereka mulai tancap gas, menjadikan momentum pelantikan sebagai titik awal konsolidasi besar menuju peran strategis dalam pembangunan daerah.

Mengusung tema “Kolaborasi Mewujudkan Lampung Maju Indonesia Emas”, agenda pelantikan pengurus periode 2026-2031 diproyeksikan bukan seremoni biasa, melainkan panggung penyatuan kekuatan alumni lintas sektor.

Ketua FOKAL IMM Lampung, Edi Agus Yanto, menegaskan bahwa organisasi yang dihuni para alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah itu harus keluar dari zona nyaman.

“Ini bukan sekadar pelantikan, tapi titik awal gerakan kolaboratif untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi Lampung,” tegasnya.

Nada serupa disampaikan Sekretaris FOKAL IMM Lampung, Candrawansyah.

Ia menekankan bahwa potensi besar alumni IMM selama ini belum sepenuhnya terorganisir dalam satu kekuatan yang solid.

“Kami ingin seluruh alumni terhubung dalam satu gerakan bersama. Kolaborasi ini penting agar kontribusi nyata bisa dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Bukan Sekadar Forum, Tapi Kekuatan Tekanan

Dalam lanskap sosial-politik Lampung, kehadiran FOKAL IMM berpotensi menjadi kekuatan penyeimbang bukan hanya sebagai mitra pemerintah, tetapi juga sebagai kelompok kritis yang mampu memberi tekanan konstruktif.

Dengan latar belakang kader yang tersebar di birokrasi, akademisi, hingga sektor profesional, FOKAL IMM dinilai punya “amunisi” cukup untuk ikut menentukan arah kebijakan publik.

Pelantikan ini bahkan dijadwalkan dihadiri sejumlah tokoh nasional, mulai dari Ketua Umum PP FOKAL IMM hingga Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.

Kehadiran mereka menjadi sinyal bahwa organisasi ini mulai diperhitungkan dalam peta kekuatan daerah.

Ujian Sesungguhnya: Konsistensi, Bukan Seremoni

Meski demikian, tantangan terbesar FOKAL IMM bukan pada pelantikan, melainkan pada konsistensi gerakan pasca seremoni.

Sejarah mencatat, banyak organisasi alumni kuat di awal, namun melemah dalam implementasi.

Jika mampu menjaga soliditas dan benar-benar menghadirkan program konkret, FOKAL IMM berpeluang menjadi motor kolaborasi baru di Lampung bahkan bisa menjembatani kepentingan antara masyarakat sipil dan pemerintah.

Sebaliknya, jika hanya berhenti pada forum-forum seremonial, maka jargon “Lampung Maju” hanya akan jadi slogan tanpa daya dorong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *