Onetime.id, Bandar Lampung – Panggung sudah berdiri, izin disebut beres, penonton sudah pegang tiket.
Tapi malam itu tak pernah terjadi. Penampilan DJ Panda di Rio By The Beach resmi batal mendadak, Sabtu malam (11/4/2026).
Kekecewaan langsung menyebar. Acara yang sebelumnya digempur promosi di Facebook, Instagram, hingga TikTok itu mendadak lenyap tanpa penjelasan jelas dari pihak manajemen artis.
Penyelenggara, Raden Sugih Marceka Yoga, mengaku tak menemukan masalah dari sisi perizinan. Bahkan, aparat disebut sudah siaga di lokasi.
“Izin dari Polda sudah ada, anggota juga sudah standby. Artinya dari sisi perizinan tidak ada masalah,” ujarnya.
Namun justru di titik itu persoalan menjadi janggal. Semua siap kecuali satu kehadiran artis utama.
Hingga kini, alasan pembatalan sepihak dari manajemen DJ Panda masih gelap.
Tidak ada penjelasan resmi, tidak ada klarifikasi terbuka.
Dampaknya langsung terasa. Penonton merasa ditinggalkan, sementara penyelenggara mengaku menanggung kerugian besar.
Panggung utama, perangkat suara, hingga seluruh kebutuhan teknis disebut sudah 100 persen siap sebelum acara dibatalkan.
“Kalau bicara kerugian, tentu kami rugi besar. Semua peralatan sudah siap,” kata Yoga.
Lebih dari sekadar konser gagal, ini soal kepercayaan yang runtuh. Tiket sudah terjual, ekspektasi sudah dibangun, tapi panggung justru kosong.
Di balik dentuman musik yang tak pernah dimainkan malam itu, tersisa satu hal pertanyaan besar siapa yang sebenarnya harus bertanggung jawab?






