Onetime.id, Bamdar Lampung – Tak ada jarak yang benar-benar terasa antara Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan warga di bentang desa Kalirejo–Bangun Rejo, Lampung Tengah.
Kekuasaan, dalam momen singkat itu, seperti ditanggalkan sejenak berganti menjadi gestur sederhana yang mudah dipahami berbagi.
Dalam sebuah video berdurasi 17 detik yang beredar, Mirza sapaan akrabnya terlihat membuka lemari es, mengambil es krim, lalu membagikannya kepada warga.
“Dibayarin semuanya, dihitung bu, untuk dibagi-bagi,” ucapnya, ringan. Tangannya bergerak cepat, menyodorkan satu per satu. “Ambil, bu,” katanya lagi.
Warga menyambut dengan senyum, beberapa mengucap terima kasih. Tak ada protokol yang kaku, hanya interaksi yang cair.
Namun, potongan adegan itu hanyalah serpihan kecil dari hari yang lebih panjang.
Pada Jumat, 3 April 2026 tanggal merah yang bertepatan dengan peringatan Wafatnya Yesus Kristus ketika sebagian aparatur negara memilih jeda, Mirza justru bergerak ke lapangan.
Sekitar pukul 14.00 WIB, ia memulai agenda dengan peletakan batu pertama pembangunan ruas jalan Kalirejo–Bangun Rejo, salah satu simpul penting konektivitas di Lampung Tengah.
Ia tidak datang sendiri di belakangnya, barisan birokrasi turut mengiringi Sekretaris Daerah Marindo Kurniawan, Kepala Bappeda Anang Risgiyanto, Kepala Dinas Kominfotik Ganjar Jationo, Kepala Satpol PP M. Zulkarnain, hingga Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi M. Taufiqullah.
Dari unsur legislatif, anggota DPRD Lampung Budi Hadi Yunanto turut hadir.
Seremoni usai, kerja belum selesai. Rombongan bergerak meninjau ruas Padangratu Kalirejo, lalu melanjutkan ke proyek jalan Padangratu Pekurun Udik.
Infrastruktur, dalam peta besar pembangunan daerah, bukan sekadar aspal dan beton ia adalah urat nadi yang menentukan arah pertumbuhan.
Menjelang malam, Mirza singgah di Masjid Agung Gunung Sugih.
Di sana, ia menunaikan salat magrib sebelum kembali ke Bandar Lampung. Sebuah penutup hari yang sederhana, nyaris sunyi dari sorotan.
Langkah Mirza hari itu seperti menyusun narasi awal April percepatan pembangunan mulai digerakkan.
Kepala Dinas BMBK, M. Taufiqullah, menyebut tahapan proyek dari kontrak hingga lelang menunjukkan progres yang menjanjikan.
Di tengah kalender yang ditandai merah, pilihan Mirza turun langsung ke lapangan mengirim pesan yang tak sepenuhnya perlu diucapkan pembangunan tak mengenal hari libur.
Dan di sela-sela kerja itu, sebatang es krim menjadi simbol kecil bahwa politik, setidaknya sesaat, bisa terasa dekat dan manusiawi.






