Gubernur Mirza Serahkan Sapi Kurban Bantuan Presiden ke Masjid Jami Nurussa’adah

Penyerahan Hewan Qurban oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal kepada pengurus Masjid setempat.

Onetime.id – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyerahkan seekor sapi kurban bantuan Presiden Republik Indonesia kepada pengurus Masjid Jami Nurussa’adah di Kelurahan Panjang Utara, Kota Bandar Lampung, Kamis, (5/6/2025).

Sapi berbobot 1.058 kilogram dan berusia lima tahun itu berasal dari peternak lokal bernama Juningan.

Hewan kurban tersebut menjadi satu dari 16 ekor yang diberikan Presiden Prabowo Subianto untuk masyarakat Lampung dalam rangka Idul Adha 1446 Hijriah.

“Ini bagian dari komitmen pemerintah mendukung peternakan lokal, mendorong ekonomi daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Gubernur Mirza usai prosesi penyerahan simbolis.

Dari total 16 ekor sapi yang diterima Lampung, 15 di antaranya disalurkan ke kabupaten dan kota, sementara satu ekor mewakili provinsi diberikan kepada Masjid Jami Nurussa’adah.

Program bantuan kemasyarakatan ini merupakan inisiatif Presiden, yang tahun ini menyalurkan total 985 ekor sapi kurban ke 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di Indonesia.

Sebanyak 607 ekor diserahkan melalui pemerintah daerah, sementara 378 ekor lainnya disalurkan langsung kepada tokoh masyarakat, pondok pesantren, dan kelompok tertentu yang ditentukan oleh Presiden.

Gubernur menyampaikan bahwa seluruh sapi yang disalurkan telah melalui proses pemeriksaan kesehatan oleh dinas peternakan setempat.

Hal ini dibuktikan dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan memastikan hewan-hewan tersebut layak secara syariat.

Jenis sapi yang digunakan beragam, mulai dari Limosin, Simental, Peranakan Ongole, Brahman, Angus, hingga Sapi Bali. Skema distribusi dilakukan untuk menjangkau penerima manfaat secara tepat dan merata.

“Selain sehat dan tidak cacat, semua sapi ini juga telah memenuhi syarat usia lebih dari dua tahun, sebagaimana ketentuan kurban,” ujar Mirza.

Program ini, kata Gubernur, tak hanya menjadi simbol kepedulian negara kepada rakyat, tetapi juga bagian dari strategi pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan melalui penguatan sektor peternakan lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *