Onetime.id – Pengamat politik sekaligus Direktur Permadema Lampung, Tiyas Apriza, menilai potensi terjadinya pemungutan suara ulang (PSU) dalam Pilkada Pesawaran masih cukup besar.
Hal ini berkaca pada berbagai pelanggaran yang terjadi, termasuk pelaksanaan PSU di beberapa tempat pemungutan suara (TPS) di Bandar Lampung sebelumnya.
“Kalau kita amati tahapan yang sudah berjalan, terutama dalam proses pencalonan, potensi PSU di Pesawaran sangat besar,” kata Tiyas seusai mengisi acara Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Pada Pelaksanaan PSU Pilkada Pesawaran di Saung Djunjungan Pesawaran pada Senin, (28/4/2025).
Tiyas juga enyoroti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membatalkan keputusan terkait pasangan calon nomor urut 01 dan 02. Menurut dia, sesuai putusan tersebut, semestinya kedua paslon mengulang proses pendaftaran.
Namun, ia melihat ada salah satu paslon yang tidak melakukan pendaftaran ulang, sehingga berpotensi disengketakan di Mahkamah.
Ia juga mengingatkan bahwa waktu yang sangat sempit dalam pelaksanaan PSU, mulai dari masa kampanye hingga tahapan rekapitulasi, bisa menurunkan partisipasi pemilih.
“Pengulangan proses pemilihan biasanya tidak sama hasilnya. Bisa muncul kejenuhan dan ketidakpercayaan terhadap proses demokrasi,” ujar Tiyas yang juga lulusan terbaik Pasca Sarjana FISIP Unila.
Tyas mengidentifikasi empat faktor yang bisa mempengaruhi turunnya partisipasi pemilih:
Faktor teknis, seperti lansia yang enggan datang ke TPS diantaranya adalah
1. Mahasiswa yang berdomisili di luar daerah.
2. Ketidakteraturan administrasi, misalnya distribusi formulir C6 yang tidak merata.
3. Minimnya antusiasme masyarakat dalam melaporkan pelanggaran atau mengawal jalannya kampanye.
Menurut dia, pemilihan yang jatuh pada hari Sabtu bukan hari libur nasional juga bisa menjadi tantangan tambahan.
“Kalau hari Sabtu, banyak pekerja informal tetap bekerja. Harapannya hari Minggu bisa mengompensasi, tapi tetap saja risiko penurunan partisipasi tinggi,” ujar Tiyas adalah Ketua Program Studi Administrasi Publik Universitas Indonesia Mandiri.
Ia menegaskan, kedua pasangan calon memiliki peluang yang sama untuk memenangkan PSU Pilkada Pesawaran, namun partisipasi masyarakat akan menjadi faktor penentu utama.






