Onetime.id – Ketegangan di Universitas Malahayati kembali memanas. Setelah gagal melantik rektor versinya di lingkungan kampus, Rusli Bintang, pembina Yayasan Alih Teknologi Bandar Lampung, dikabarkan akan menggelar prosesi pelantikan rektor baru di luar kampus, tepatnya di Hotel Radisson, Bandar Lampung.
Informasi ini mencuat setelah rombongan yang diduga merupakan tim Rusli Bintang tidak diizinkan memasuki area kampus.
Penolakan terjadi lantaran mereka membawa sejumlah orang berbaju satpam yang tidak dikenal oleh satuan pengamanan internal kampus.
Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan civitas akademika.Seorang akademisi Universitas Malahayati yang enggan disebutkan namanya mengaku prihatin atas langkah yang diambil oleh Rusli Bintang.
“Pelantikan rektor seharusnya dilakukan secara sah dan terbuka di lingkungan kampus, bukan di tempat umum seperti hotel,” ujarnya pada Senin, (7/4/2025).
Ia menilai, tindakan tersebut mencerminkan ketidakmauan untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.
“Padahal langkah itu jauh lebih bijak dan bermartabat. Bahkan, kesan yang muncul saat ini justru menunjukkan seolah beliau menghindari pertemuan dengan keluarga sendiri, terutama dengan Bu Rosnati yang masih sah sebagai pembina yayasan,” tambahnya.
Ia memperingatkan, jika konflik ini tidak segera dimediasi secara adil oleh Kementerian Pendidikan dan aparat penegak hukum, potensi konflik horizontal bisa semakin besar dan berdampak buruk terhadap reputasi institusi.
“Kampus adalah ruang intelektual, bukan arena kekuasaan. Persoalan seperti ini harus diselesaikan dengan dialog, bukan melalui simbol-simbol kekuatan dan seremoni yang jauh dari nilai-nilai akademik,” tegasnya.
Akademisi tersebut bersama sejumlah anggota civitas akademika lainnya menilai bahwa pelantikan rektor di luar kampus mencerminkan kegagalan dalam menyelesaikan konflik secara legal maupun moral.
Mereka pun mendesak Kementerian Pendidikan dan aparat hukum segera turun tangan untuk menertibkan situasi.






