Dana CSR BI Lampung Diduga Dipakai Kampanye, Akar Lampung Siap Kawal

Ketua DPP Akar Lampung, Indra Mustain. Ilustrasi: Onetime.id

Onetime.id – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Lampung secara langsung menyerahkan surat resmi kepada Sekretariat DPP Akar Lampung. Surat tersebut ditandatangani oleh Deputi Direktur BI Perwakilan Lampung, Achmad P. Subarkah, dengan nomor 27/172/Bdl/Srt/B tertanggal 21 Februari 2025.

Surat itu berisi pemberitahuan perpanjangan waktu atas permohonan informasi yang diajukan oleh DPP Akar Lampung.

Permohonan tersebut berkaitan dengan keterbukaan informasi mengenai realisasi dana CSR BI Perwakilan Lampung sejak 2020 hingga 2024.

Menanggapi hal ini, Ketua DPP Akar Lampung, Indra, menyatakan bahwa pihaknya tetap menunggu penyelesaian dokumen yang diminta.

Ia berharap BI segera merampungkan proses rekapitulasi agar informasi tersebut bisa disampaikan kepada pemohon.

“Kami tunggu saja prosesnya. Mungkin BI memerlukan waktu untuk melakukan rekapitulasi karena informasi yang kami minta cukup banyak. Harapannya, bisa segera selesai,” ujar Indra kepada media Onetime.id Jumat, (21/2/2025).

Selain itu, Akar Lampung juga tengah menyelidiki dugaan penyimpangan dana CSR BI yang diduga melibatkan anggota Komisi XI DPR RI periode 2019-2020. Dana tersebut diduga disalurkan melalui beberapa yayasan dan kemudian digunakan untuk membeli ambulans.

Indra mengungkapkan bahwa pihaknya masih menelusuri dugaan tersebut.

Dari informasi yang telah dikumpulkan, salah satu indikasi penyimpangan adalah penggunaan ambulans yang diduga untuk kepentingan pribadi.

Bahkan, ambulans tersebut disebut-sebut digunakan oleh salah satu caleg di Lampung Selatan untuk kampanye dalam Pemilu 2024.

“Kami akan terus mengawal kasus ini. Sangat miris jika dana CSR, yang seharusnya digunakan untuk kepentingan masyarakat, justru dipakai untuk kampanye politik. Bukan hanya di Lampung Selatan, indikasi serupa juga ditemukan di Bandarlampung dan Pringsewu. Beberapa caleg kabupaten/kota terindikasi kuat turut menikmati aliran dana CSR BI untuk kepentingan kampanye,” pungkas Indra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *