Bandar Lampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung bersama pemerintah pusat mempercepat pembangunan 11 gedung Koperasi Merah Putih di sejumlah kelurahan.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus memperluas akses layanan koperasi bagi masyarakat di tingkat kelurahan.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandar Lampung, Riana Apriana, mengatakan pembangunan gedung koperasi saat ini sedang berlangsung di sejumlah lokasi, di antaranya Kecamatan Langkapura, Way Halim, Rajabasa, dan kawasan Pidada.
Menurutnya, seluruh pembangunan dibiayai oleh pemerintah pusat melalui program Agrinas, sedangkan pelaksanaan konstruksi di lapangan dilakukan oleh TNI.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat penyelesaian pembangunan sehingga gedung koperasi segera dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Yang membangun dari pusat, pelaksanaannya oleh TNI, sementara anggarannya berasal dari pemerintah pusat melalui program Agrinas,” ujar Riana.
Ia menjelaskan, keberadaan gedung Koperasi Merah Putih nantinya tidak hanya berfungsi sebagai kantor koperasi, tetapi juga menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Berbagai layanan dan usaha produktif akan dikembangkan melalui koperasi untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
Saat ini, sebanyak 120 Koperasi Merah Putih telah terbentuk di Kota Bandar Lampung.
Dari jumlah tersebut, sekitar 65 koperasi telah beroperasi menjalankan berbagai unit usaha, seperti penjualan beras, LPG, air minum, hingga pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Riana menambahkan, pembangunan gedung koperasi di wilayah perkotaan masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan aset lahan milik pemerintah.
Karena itu, pembangunan dilakukan secara bertahap sambil menyiapkan lokasi yang memenuhi persyaratan.
“Kalau di kota kendalanya memang ketersediaan lahan. Karena itu pembangunan dilakukan bertahap sesuai kesiapan aset yang dimiliki pemerintah,” katanya.
Program Koperasi Merah Putih merupakan salah satu program strategis nasional yang bertujuan memperkuat ekonomi berbasis koperasi.
Pemerintah berharap keberadaan koperasi mampu memperpendek rantai distribusi, memperluas akses permodalan, meningkatkan pemasaran produk lokal, serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.





