Onetime.id, Bandar Lampung – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berkah Sejahtera di Desa Jagang, Kecamatan Blambangan Pagar, Kabupaten Lampung Utara, mengembangkan usaha budidaya ikan mas sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan desa.
Program tersebut juga diklaim sejalan dengan agenda swasembada pangan yang menjadi prioritas pemerintah.
Selain mengelola sektor perikanan, BUMDes juga menjalankan usaha pertanian melalui budidaya ubi kayu dan jagung.
Dua sektor itu diharapkan menjadi sumber pendapatan desa sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
Direktur BUMDes Berkah Sejahtera, Elman, mengatakan usaha pembesaran ikan mas mulai dijalankan sejak September 2025 melalui penyertaan modal dari Pemerintah Desa Jagang.
“Usaha pembesaran ikan mas ini mulai kami jalankan pada September 2025 dengan dukungan penyertaan modal dari desa,” kata Elman pada Selasa, (21/7/2026).
Budidaya dilakukan menggunakan sistem Keramba Jaring Apung (KJA) di Bendungan Way Tebabeng.
Pada tahap awal, BUMDes membangun dua unit keramba berukuran 12 x 12 meter.
Benih ikan didatangkan dari Jawa Barat, sedangkan kebutuhan pakan masih bergantung pada pakan pabrikan.
Menurut Elman, perjalanan usaha tersebut tidak sepenuhnya mulus. Serangan penyakit jamur dan bakteri, ditambah fenomena perubahan suhu air (upwelling), beberapa kali menyebabkan kematian ikan dan memengaruhi produktivitas budidaya.
“Kendala yang kami hadapi antara lain penyakit jamur, bakteri, dan perubahan suhu air yang dapat menyebabkan kematian ikan,” ujarnya.
Meski menghadapi berbagai hambatan, BUMDes mencatat hasil produksi yang relatif stabil.
Dalam satu siklus pemeliharaan selama sekitar empat bulan, dua unit keramba mampu menghasilkan sekitar lima ton ikan mas konsumsi.
Hasil panen dipasarkan ke sejumlah daerah di Provinsi Lampung, serta dikirim ke luar daerah, termasuk Sumatera Selatan.
Namun, tantangan baru muncul pada Juli 2026. Elman menyebut harga pakan pabrikan naik sekitar 12 persen di tingkat pembudidaya.
Kenaikan tersebut dinilai berdampak langsung terhadap biaya produksi dan margin usaha.
“Pada Juli ini terjadi kenaikan harga pakan pabrikan sekitar 12 persen. Kondisi ini tentu menambah beban biaya produksi,” katanya.
Kepala Desa Jagang, Suwandi, berharap BUMDes tidak hanya bertahan di sektor perikanan, tetapi terus memperluas unit usaha produktif yang mampu meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD), menyerap tenaga kerja, dan memperkuat ekonomi masyarakat.
“Kami berharap BUMDes terus berkembang melalui berbagai unit usaha produktif yang mampu meningkatkan PAD desa, membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendukung program swasembada pangan pemerintah,” ujar Suwandi.






