Arinal Digarap Berjam-jam di Kejati: Status Tersangka Tinggal Menunggu?

Pemeriksaan berlangsung di ruang Aspidsus sejak pukul 10.00 WIB hingga sore, tanpa satu pun pernyataan resmi. Dok: Ist.

Onetime.id,Bandar Lampung – Mantan Gubernur Lampung, Arinal Djunaedi, kembali menjalani pemeriksaan maraton di Kejaksaan Tinggi Lampung, Selasa (28/04/2026).

Pemeriksaan berlangsung di ruang Aspidsus sejak pukul 10.00 WIB hingga sore, tanpa satu pun pernyataan resmi dari pihak kejaksaan.

Situasi di internal Kejati Lampung terkesan tertutup. Hingga pukul 17.00 WIB, sumber di lingkungan Aspidsus menyebut Arinal masih diperiksa secara intensif.

Tak lama kemudian, mobil tahanan terlihat masuk ke area kantor kejaksaan sinyal yang sulit diabaikan.

Informasi yang beredar di internal menyebut, status hukum Arinal berpotensi naik. Dari saksi, menjadi tersangka.

Bahkan, opsi penahanan disebut-sebut sudah disiapkan.

Kasus yang membelit Arinal bukan perkara kecil.

Ia terseret dalam dugaan korupsi pengelolaan dana participating interest (PI) 10 persen pada wilayah kerja Offshore South East Sumatera (WK OSES) melalui PT Lampung Energi Berjaya.

Nilai kerugian negara yang disinyalir muncul mencapai sekitar Rp280 miliar.

Sebelumnya, pada 4 September 2025, Arinal juga telah diperiksa dalam perkara yang sama. Saat itu, jaksa mengulik aliran dana PI senilai USD 17,28 juta atau setara Rp271,5 miliar.

Bahkan, penggeledahan di rumah pribadinya turut dilakukan, dengan penyitaan aset yang disebut mencapai Rp38 miliar.

Usai pemeriksaan kala itu, Arinal mengaku hanya dimintai klarifikasi terkait pengelolaan dana ratusan miliar tersebut.

“Saya diminta memberikan penjelasan tentang PI Rp190 miliar. Kebetulan sebelum saya berakhir, dananya keluar dan saya tempatkan di Bank Lampung,” ujarnya.

Ia berdalih, dana tersebut diarahkan untuk kepentingan BUMD agar tidak membebani APBD.

Namun, narasi pembelaan itu kini diuji ulang. Apalagi, intensitas pemeriksaan yang meningkat dan sinyal penegakan hukum yang makin terang membuat posisi Arinal kian terpojok.

Pertanyaannya tinggal satu apakah ini akhir dari tarik-ulur, atau justru awal dari babak yang lebih serius?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *