Banjir Bandar Lampung, Dewi Mayang Turun Berikan Bantuan

Di tengah kondisi itu, Anggota DPRD Kota Bandar Lampung, Dewi Mayang Suri Djausal bersama Pimpinan Kinni.id Septiani turun langsung menyalurkan bantuan logistik. Dok: Ist.

Onetime.id, Bandar Lampung – Banjir yang kembali merendam sejumlah wilayah di Kota Bandar Lampung bukan hanya menyisakan genangan, tetapi juga derita warga yang kehilangan kebutuhan dasar.

Di tengah kondisi itu, Anggota DPRD Kota Bandar Lampung, Dewi Mayang Suri Djausal, turun langsung menyalurkan bantuan logistik kepada korban banjir di Gang Walet, Kelurahan Tanjung Agung Raya, Kecamatan Kedamaian, Kamis (16/4/2026).

Bersama Pimpinan Umum Harian KINNI.ID, Septiani, bantuan berupa sembako disalurkan kepada warga terdampak yang hingga kini masih berjibaku dengan dampak banjir.

Mayang melalui perwakilannya, Anggi, menyampaikan empati mendalam atas musibah yang kembali menimpa masyarakat. Bantuan yang diberikan, meski sederhana, diharapkan dapat meringankan beban warga yang kehilangan banyak hal akibat banjir.

“Semoga bantuan ini bisa sedikit membantu dan bermanfaat bagi bapak dan ibu semua,” ujar Anggi saat menyerahkan bantuan.

Di lapangan, kondisi warga jauh dari kata pulih. Salah satu korban, Dewi, mengaku banjir datang tanpa peringatan dan langsung melumpuhkan dapur keluarganya.

“Beras kami terendam, makanan lain juga hanyut. Bantuan ini sangat berarti untuk kami,” ujarnya dengan suara lirih.

Namun, di balik aksi kemanusiaan ini, terselip kritik keras terhadap pemerintah kota.

Banjir yang terus berulang dinilai bukan lagi sekadar bencana alam, melainkan indikasi persoalan tata kelola yang belum terselesaikan.

Septiani secara terbuka menyoroti perlunya langkah konkret dari Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, untuk menangani akar persoalan banjir yang tak kunjung tuntas.

Menurutnya, pembenahan tata ruang dan normalisasi aliran sungai harus menjadi prioritas, bukan sekadar respons sesaat setiap kali banjir datang.

“Penanganan anak sungai dari hulu ke hilir harus jadi prioritas. Kalau tidak, banjir seperti ini akan terus berulang,” tegasnya.

Fenomena banjir yang terus terjadi seolah mempertegas satu hal persoalan klasik ini belum benar-benar disentuh dari hulunya. Sementara warga, lagi-lagi, menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *