Onetime.id, Bandar Lampung – Ketua DPW PKB Lampung, Chusnunia Chalim, tak ingin Musyawarah Cabang (Muscab) berhenti sebagai rutinitas organisasi.
Ia mendorong forum itu menjadi panggung konsolidasi besar mesin politik untuk menatap kemenangan ke depan.
Pesan itu disampaikan dalam Muscab DPC PKB Lampung Utara dan Way Kanan di Gedung Pusiban, Kotabumi, Jumat (10/4/2026).
Nada bicaranya jelas PKB harus naik kelas, bukan sekadar eksis.
“Muscab ini harus menjadi titik tolak konsolidasi besar. Kita ingin memastikan PKB bukan hanya hadir, tetapi menjadi kekuatan utama di Provinsi Lampung.”
Di balik optimisme itu, ada data yang jadi amunisi.
Tren kursi PKB di Lampung disebut terus menanjak dalam beberapa periode terakhir buah kerja kolektif dari akar rumput hingga struktur wilayah.
Tapi bagi Nunik sapaan Chusnunia itu belum cukup.
Target berikutnya lebih agresif lonjakan kursi yang terukur di setiap daerah. Syaratnya, Muscab tak boleh melahirkan pengurus kompromistis.
“Muscab ini harus melahirkan kepengurusan yang solid, militan, dan punya strategi pemenangan yang jelas.”
Tak berhenti di politik elektoral, PKB Lampung juga sedang membangun infrastruktur kekuasaan.
Dari 15 kabupaten/kota, 14 DPC sudah memiliki kantor permanen. Sisanya dikejar.
Bukan sekadar kantor, tapi pusat aktivitas lengkap dengan aula untuk publik.
Di sisi lain, partai berlambang bola dunia ini juga menggarap citra pelayanan.
Melalui BAGUNA (Badan Penanggulangan Bencana), PKB menyalurkan mobil operasional ke seluruh daerah.
Dalam forum itu, Chusnunia Chalim bahkan menyerahkan 30 unit mobil layanan masyarakat untuk 15 DPC se-Lampung.
Targetnya tak main-main 200 unit sebelum 2029, dengan skema satu anggota dewan satu mobil layanan.
Muscab kali ini juga tak dikemas kaku. Mengusung tema kebangkitan UMKM dan pariwisata berkelanjutan, forum partai ini disulap jadi etalase promosi daerah.
Branding The Treasure of Sumatra ikut disematkan.
Pantai, danau, hingga ruang budaya jadi lokasi kegiatan. Sentuhan generasi Z dipadukan dengan kearifan lokal sebuah upaya menggeser wajah PKB menjadi lebih segar, inklusif, dan adaptif.
“Kita rapatkan barisan, kuatkan tekad, dan buktikan bahwa PKB adalah solusi bagi bangsa,” tutupnya.
Di level teknis, Ketua Fraksi PKB DPRD Lampung, Fatikhatul Khoiriyah, memastikan Muscab tak melenceng dari rel organisasi.
Baginya, forum ini harus menghasilkan kerja nyata, bukan sekadar panggung formalitas.
“Muscab harus menjadi ruang konsolidasi nyata, bukan seremoni.”
Ia menekankan pentingnya sinkronisasi antara struktur partai dan fraksi legislatif.
Sebab, di situlah mesin politik diuji apakah benar bekerja untuk rakyat, atau sekadar berputar di lingkaran elite.






