Onetime.id, Bandar Lampung – Pelayanan di RS Hermina Bandar Lampung sempat menuai keluhan dari sejumlah pasien pada siang hari, setelah loket administrasi terlihat tidak dijaga.
Kondisi itu membuat puluhan pasien menumpuk di depan loket dengan antrean yang kian memanjang.
Saat itu, tidak tampak satu pun petugas berada di tempat. Sejumlah pasien yang telah menunggu sejak pagi mengaku kebingungan karena tidak ada penjelasan resmi terkait pelayanan.
Mereka hanya bisa duduk atau berdiri menahan lelah sambil menunggu kejelasan.
“Dari tadi tidak ada petugas. Kami juga tidak tahu harus tanya ke siapa,” kata salah satu pasien yang turut mengantre pada Jumat, (12/12/2025).
Beberapa pasien bahkan mencoba mengetuk pintu ruang administrasi, namun tidak mendapat respons.

Situasi yang tidak terkoordinasi itu membuat suhu antrean memanas.
Ketiadaan petugas ini memunculkan dugaan bahwa seluruh staf tengah mengikuti rapat internal, sehingga loket pelayanan sempat kosong.
Pasien berharap manajemen rumah sakit dapat memperbaiki mekanisme pelayanan agar tidak menimbulkan kesan pelayanan terhenti.
Humas RS Hermina Bandar Lampung, Al Kausar, membantah informasi bahwa loket pelayanan kosong sejak pagi atau pelayanan tidak berjalan.
Ia mengatakan pihak rumah sakit memiliki data dan rekaman CCTV yang menunjukkan operasional berlangsung normal.
“Pernyataan bahwa loket kosong sejak pagi itu tidak benar. Pelayanan tetap berjalan,” kata Al Kausar.
Menurutnya, kemungkinan dokumentasi yang beredar di publik diambil pada momen ketika petugas sedang mengantarkan berkas ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) atau melaksanakan tugas internal lainnya.
Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan gambaran pelayanan keseluruhan.
Al Kausar menyampaikan pihaknya sedang melakukan verifikasi menyeluruh terkait laporan dan dokumentasi yang beredar.
Hasil pengecekan akan disampaikan kepada publik untuk menghindari kesalahpahaman.
“Setelah informasinya lengkap, akan kami sampaikan agar tidak berkembang keliru,” ujarnya.
Sementara itu, beberapa pasien berharap pihak rumah sakit dapat memperbaiki komunikasi publik, termasuk memastikan ada petugas yang berjaga atau memberikan pemberitahuan apabila terjadi perpindahan tugas sementara, agar pelayanan tetap berjalan optimal.






