Onetime.id, Bandar Lampung – Gelar sarjana pertanian tidak semestinya berhenti pada selembar ijazah atau sekadar menjadi tiket untuk mencari pekerjaan.
Di tengah perubahan industri pangan dan pertanian, lulusan perguruan tinggi dituntut memiliki keterampilan praktis, memahami kebutuhan pasar, sekaligus mampu membaca peluang usaha.
Perspektif itulah yang melatarbelakangi Ikatan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Lampung (IKAPERTA UNILA) membuka Career Academy pada Minggu, (8/11/2026).
Program ini dirancang untuk menjembatani mahasiswa dan alumni dengan dunia kerja, khususnya industri pertanian dan agroinput.
Pembukaan dilakukan secara simbolis oleh Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Dr. Ir. Kuswanta Futas Hidayat, M.P.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetensi sumber daya manusia pertanian melalui pembelajaran yang menggabungkan teori dan pengalaman lapangan.
Direktur Career Academy IKAPERTA UNILA, Ir. Ahmad Jahri, S.P., S.H., M.H., mengatakan program ini telah melalui proses rekrutmen dan seleksi.
Dari 40 pendaftar, sebanyak 29 orang mengikuti wawancara. Hasilnya, 16 peserta dinyatakan lolos.
Mereka berasal dari lima program studi, yakni Ilmu Tanah, Agribisnis, Proteksi Tanaman, Peternakan, dan Teknik Pertanian.
Keragaman latar belakang akademik itu diharapkan membentuk perspektif lintas disiplin dalam memahami kebutuhan industri pertanian.
Career Academy berlangsung setiap Sabtu dan Minggu selama November hingga pertengahan Desember 2026. Peserta akan mempelajari dasar-dasar agroinput, terutama benih, pupuk, dan pestisida.
Namun, pembelajaran tidak berhenti di ruang kelas. Peserta juga akan turun langsung ke lapangan untuk berinteraksi dengan petani, kios pertanian, serta pelaku usaha dan pihak lain yang terlibat dalam rantai industri pertanian.
Pendekatan tersebut penting agar peserta tidak hanya memahami produk dan teori pertanian, tetapi juga mengenali persoalan yang dihadapi petani, dinamika pasar, serta kebutuhan industri.
Dari pengalaman itu, mereka diharapkan memiliki gambaran lebih konkret mengenai peluang profesi maupun usaha di sektor agroinput.
Ketua Umum IKAPERTA UNILA, Dr. Elvira Umihani, S.P., M.T., berharap peserta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan serius dan mampu mengubah pengetahuan yang diperoleh menjadi bekal memasuki dunia profesional.
Menurut dia, Career Academy juga diharapkan membuka akses kesempatan kerja melalui perusahaan-perusahaan yang memiliki kemitraan dan hubungan kerja sama dengan alumni Fakultas Pertanian Universitas Lampung.
Akan tetapi, orientasi IKAPERTA tidak semata-mata menyiapkan lulusan untuk menjadi pekerja profesional.
Organisasi alumni itu juga ingin memperluas peran lulusannya sebagai pencipta lapangan kerja.
Elvira mengatakan IKAPERTA berupaya membangun kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong lahirnya wirausaha baru di bidang pertanian.
Dengan dukungan jejaring alumni, lulusan Fakultas Pertanian diharapkan mampu mengembangkan usaha agribisnis hingga menjadi pelaku ekspor komoditas pertanian.
Gagasan tersebut memperluas makna hubungan antara kampus dan alumninya.
Jejaring alumni tidak hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga modal sosial untuk membuka akses pengetahuan, pekerjaan, kemitraan, dan investasi.
Sebelum pembukaan resmi, Career Academy telah diawali dengan matrikulasi pada Sabtu, 7 November 2026.
Peserta memperoleh materi mengenai prospek dan peluang karier di industri agroinput, termasuk gambaran karakteristik industri dan kompetensi yang dibutuhkan.
Kegiatan pembukaan turut dihadiri Ketua Harian IKAPERTA UNILA Ir. Fahuri Wherlian Ali KM, S.P., M.M., Sekretaris Jenderal IKAPERTA UNILA Dr. Erdi Suroso, S.T.P., M.T.A., C.EIA., serta jajaran pengurus dan tamu undangan.
Melalui program ini, IKAPERTA berupaya mengambil peran sebagai penghubung antara perguruan tinggi, alumni, dan dunia industri.
Tantangannya bukan sekadar melahirkan lulusan yang siap bekerja, melainkan membangun sumber daya manusia yang mampu membaca kebutuhan pasar dan menciptakan peluang ekonomi.
Pada akhirnya, keberhasilan Career Academy tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang menyelesaikan pelatihan.
Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana program tersebut mampu membuka jalan bagi lahirnya tenaga profesional, pengusaha agribisnis, dan pelaku ekspor baru dari lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Lampung.






