Onetime.id, Bandar Lampung – RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung menyambut kritik dan masukan yang disampaikan relawan dalam kunjungan ke rumah sakit tersebut.
Kunjungan selama sekitar dua jam itu dinilai menjadi momentum untuk melihat kondisi pelayanan dari sudut pandang pasien dan masyarakat.
Apresiasi tersebut disampaikan dr. Imam Ghozali, SpAn.
Menurut dia, masukan dari relawan dapat menjadi cermin bagi rumah sakit untuk melihat kekurangan dalam pelayanan sekaligus persoalan yang mungkin luput dari perhatian internal.
“Bukan cermin untuk melihat wajah, tapi cermin untuk melihat pelayanan kami.bCermin untuk melihat kekurangan kami. Cermin untuk melihat penderitaan pasien yang mungkin selama ini luput dari pandangan kami,” ujar Imam pad Selasa, (22/9/2026).
Imam mengatakan kritik yang disampaikan dalam pertemuan tersebut merupakan masukan yang berharga.
Kritik itu, kata dia, dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kami tidak marah saat dicerminkan. Kami berterima kasih. Karena hanya dengan bercermin, kami tahu di mana harus berbenah,” katanya.
Menurut Imam, semangat PUAKHI Bekerja Dengan Hati, Melayani Dengan Cinta tidak semestinya berhenti sebagai slogan.
Nilai tersebut, kata dia, harus diterjemahkan dalam tindakan nyata ketika rumah sakit memberikan pelayanan kepada pasien.
“Terima kasih atas keberpihakannya,” ujar Imam.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada inisiator pertemuan relawan, Arif Sanjaya.
Menurut Imam, pertemuan tersebut memberikan perspektif dan masukan bagi rumah sakit untuk terus melakukan pembenahan.
Kunjungan relawan itu diharapkan menjadi bagian dari komunikasi dan evaluasi bersama antara rumah sakit dan masyarakat.
Masukan dari luar, kata Imam, diperlukan agar pembenahan pelayanan tidak hanya berangkat dari perspektif internal rumah sakit, tetapi juga dari pengalaman pasien dan keluarganya.
“Dengan demikian, kritik tidak dipandang sebagai bentuk serangan terhadap institusi, melainkan sebagai bahan untuk mengidentifikasi persoalan dan memperbaiki pelayanan publik,” pungkas Imam.






