Abdul Rivai Dorong Aset PTPN I Lebih Produktif

Onetime.id, Jakarta – Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara I (Persero), Abdul Rivai Ras, menegaskan pentingnya optimalisasi aset perusahaan sebagai mesin pertumbuhan yang mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan, negara, dan masyarakat.

Hal itu disampaikan Abdul Rivai Ras dalam diskusi buku Pangan dalam Aspek Pertahanan Negara yang dirangkaikan dengan Tasyakuran Swasembada Pangan Indonesia di Jakarta, Sabtu (1/8/2026).

Menurut Abdul Rivai, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat semangat transformasi PTPN I.

Ia menekankan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan insan perusahaan merupakan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa sekaligus memiliki nilai ibadah.

Dalam pemaparannya, Abdul Rivai menjelaskan berbagai agenda transformasi PTPN I yang berlandaskan teori, filosofi, serta pengalaman kepemimpinan.

Salah satu fokus utamanya adalah membangun kesadaran seluruh insan perusahaan terhadap besarnya potensi aset yang dimiliki PTPN I.

“Kita harus bangga memiliki aset yang besar dan strategis. Namun, kebanggaan itu harus diwujudkan melalui pengelolaan yang produktif sehingga aset benar-benar menjadi mesin pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, PTPN I memiliki aset strategis yang tersebar di Sumatera, Jawa hingga Maluku.

Aset tersebut meliputi lahan perkebunan, pabrik pengolahan, gudang, bangunan, kawasan komersial, kawasan wisata, serta berbagai aset pendukung lainnya.

Menurutnya, seluruh aset tersebut harus mampu menghasilkan nilai tambah dan tidak hanya menjadi beban perusahaan.

“Aset bukan sekadar kekayaan perusahaan yang harus dijaga, tetapi harus mampu menghasilkan nilai tambah bagi perusahaan, negara, dan masyarakat,” katanya.

Abdul Rivai mengatakan, penataan aset menjadi salah satu prioritas dalam 100 hari pertama kepemimpinannya di PTPN I.

Penataan tersebut mencakup inventarisasi, penguatan legalitas, kepastian status penguasaan, pemetaan potensi, hingga penyusunan strategi pemanfaatan aset yang mampu meningkatkan nilai ekonomi perusahaan.

“Tidak boleh ada aset yang hanya menjadi beban. Setiap aset harus dikaji secara menyeluruh agar memberikan manfaat terbaik dan berkontribusi terhadap peningkatan kinerja perusahaan,” tegasnya.

Ia menilai optimalisasi aset menjadi kebutuhan penting di tengah persaingan industri perkebunan yang semakin kompetitif.

Pengelolaan aset secara produktif diyakini dapat membuka peluang usaha baru, memperkuat struktur keuangan perusahaan, sekaligus meningkatkan daya saing.

Untuk mendukung upaya tersebut, PTPN I juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.

Namun, setiap kerja sama harus memberikan manfaat yang terukur, memiliki kepastian hukum, serta dilaksanakan sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG).

“Dunia usaha saat ini membutuhkan kolaborasi. Namun, setiap kerja sama harus memberikan manfaat yang terukur, memiliki kepastian hukum, serta mampu meningkatkan nilai ekonomi aset,” jelasnya.

Selain itu, PTPN I juga terus mempercepat digitalisasi pengelolaan aset melalui pembangunan basis data terintegrasi, pemetaan berbasis geospasial, sistem informasi aset, hingga pemantauan berkala.

“Dengan dukungan teknologi digital, perusahaan memiliki basis data aset yang lebih kuat sehingga setiap keputusan dapat diambil secara lebih cepat, tepat, dan berbasis data,” ujarnya.

Abdul Rivai menambahkan, optimalisasi aset bukan hanya bertujuan meningkatkan pendapatan jangka pendek, tetapi juga menjadi investasi strategis untuk membangun perusahaan yang sehat, modern, dan berkelanjutan.

Ia optimistis, dengan kekuatan aset yang dimiliki serta penerapan tata kelola yang baik, PTPN I akan terus tumbuh menjadi perusahaan perkebunan nasional yang profesional, adaptif, dan berdaya saing.

“Kami ingin memastikan setiap aset PTPN I menjadi kekuatan utama dalam membangun masa depan perusahaan melalui tata kelola yang baik, kolaborasi strategis, dan transformasi yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *