Onetime.id, Bandar Lampung – Di atas aspal yang menyerap panas dan amarah, Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar berdialog dengan aliansi mahasiswa.
Aspal itu barangkali lebih jujur ia tak pernah berjanji, hanya menerima jejak kaki dan suara yang lewat.
Kepada para demonstran di halaman DPRD Provinsi Lampung, Giri menegaskan sebagian besar tuntutan mahasiswa sejatinya sudah dikerjakan pemerintah sejak tahun lalu.
Sebuah jawaban klasik jika Anda menuntut perubahan, bisa jadi jawabannya adalah perubahan itu sudah ada, hanya saja Anda belum merasakannya.
Sektor pendidikan, kata dia, menjadi prioritas utama. Buktinya tambahan anggaran Rp120 miliar dalam APBD terbaru.
Angka yang terdengar tebal di atas kertas, meski di ruang kelas, kapur tulis dan kipas angin sering kali tetap setia pada kondisi lama.
“Tidak ada lagi iuran bulanan maupun uang komite untuk SMA dan SMK,” tegasnya.
Sebuah kalimat yang terdengar seperti pengumuman kemerdekaan kedua bagi para orang tua siswa.
Tentu saja, publik kini menunggu apakah kemerdekaan itu benar-benar bebas dari biaya, atau sekadar berganti istilah.
Penghapusan iuran komite disebut sebagai langkah konkret menuju pendidikan inklusif. Dalam tata bahasa birokrasi, “inklusif” berarti semua boleh masuk.
Dalam pengalaman warga, yang sering diuji adalah apakah semua benar-benar bisa bertahan tanpa biaya siluman.
Soal pembiayaan, Giri meluruskan bahwa pendidikan tidak bertumpu pada pajak progresif semata. Ada banyak sumber pajak lain yang sah.
Penjelasan yang menenangkan seolah APBD adalah sumur tak pernah kering, asal embernya cukup besar dan tali politiknya tak putus.
Mahasiswa pun diapresiasi. Kritik disebut energi positif untuk mendongkrak IPM.
Di negeri ini, demonstrasi memang kerap dipuji setelah usai, bukan sebelum disuarakan.
Dorongan publik, katanya, akan mempercepat peningkatan Indeks Pembangunan Manusia.
Targetnya satu hingga tiga tahun ke depan. Waktu yang cukup untuk menguji apakah janji akan tumbuh, atau sekadar menjadi arsip notulen rapat.
Soal guru honorer, ia mengklaim mayoritas guru SMA






