Onetime.id, Bandar Lampung – Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali menunjukkan peran strategisnya dalam memberi dampak nyata bagi masyarakat melalui program pengabdian berupa sosialisasi dan praktik pembuatan biopori.
Kegiatan ini dilaksanakan di tujuh titik pada lima kelurahan di Kecamatan Teluk Betung Selatan, yakni Labuhan Ratu, Kupang Teba, Tanjung Gading, Labuhan Dalam, dan Pesawahan.
Program tersebut dilatarbelakangi persoalan khas kawasan permukiman padat di perkotaan: rendahnya daya resap tanah yang memicu genangan air, serta belum optimalnya pengelolaan sampah organik rumah tangga.
Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, mahasiswa UBL memperkenalkan teknologi sederhana berupa lubang resapan biopori sebagai solusi ramah lingkungan yang mudah diterapkan warga.
Selain meningkatkan daya serap air, biopori juga mendorong pemanfaatan sampah organik menjadi kompos alami.
Dita Rizkia, salah satu mahasiswa yang terlibat, menjelaskan bahwa kegiatan diawali dengan observasi lapangan dan koordinasi bersama aparat kelurahan serta tokoh masyarakat setempat.
Setelah itu, dilakukan sosialisasi mengenai manfaat biopori dalam meningkatkan resapan air, mengurangi genangan, serta mengolah sampah organik.
“Kegiatan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan biopori yang melibatkan warga secara aktif, mulai dari pengeboran tanah hingga pengisian lubang dengan sampah organik rumah tangga,” ujarnya pada Jumat, (6/2/2026).
Menurut Dita, keterlibatan warga dalam setiap tahapan menjadi kunci keberhasilan program.
Warga tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat diterapkan secara mandiri di lingkungan masing-masing.
“Dampak awal yang terlihat adalah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan dan tumbuhnya kebiasaan memilah sampah organik sebagai bagian dari pemanfaatan biopori. Program ini diharapkan menjadi solusi sederhana namun efektif dalam mengurangi risiko genangan di kawasan padat,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, UBL menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.
Kolaborasi antara kampus, pemerintah kelurahan, dan warga menjadi contoh solusi lingkungan berbasis ilmu pengetahuan yang aplikatif dan berkelanjutan.
Program biopori ini juga dinilai selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak serta SDG 11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain di Bandar Lampung, sehingga praktik sederhana ini dapat memperluas dampak dalam menciptakan lingkungan permukiman yang lebih sehat, adaptif, dan berwawasan lingkungan.






