Onetime.id, Bandar Lampung – Sebuah video kritik terhadap kondisi penyeberangan di Desa Kalipasir, Kabupaten Lampung Timur beredar di Facebook dan memicu perhatian warganet. Unggahan itu berasal dari akun bernama Andre Angler Liar.
Dalam video berdurasi sekitar satu menit, tiga pulu detik. Andre menyoroti belum terbangunnya jembatan penghubung Kalipasir–Way Bungur.
Ia menyebut pelajar setempat masih mengandalkan perahu tanpa perlengkapan keselamatan untuk menyeberang.
Andre juga mengklaim mendapat telepon dari Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, yang memintanya menghentikan video tersebut.
“Terima kasih untuk Wakil Gubernur Lampung yang semalam sudah telepon dan suruh menghentikan video saya. Saya tidak akan pernah berhenti sebelum jembatan ini benar-benar dibangun,” ujar Andre dalam video itu yang diunggah pada Minggu, (1/2/2026).
Ia menyebut kondisi tersebut membahayakan keselamatan anak-anak sekolah.
Menurut dia, perahu yang digunakan sudah rapuh dan tidak dilengkapi alat pengaman.
Andre juga melontarkan kritik keras kepada pemerintah daerah karena dinilai belum memprioritaskan fasilitas dasar bagi warga.
Ia menyebut Desa Kalipasir telah berdiri sejak 1960, namun akses penyeberangan masih menjadi persoalan hingga kini.
Video itu menuai beragam tanggapan dari warganet dan kembali memunculkan sorotan atas kebutuhan infrastruktur penghubung di wilayah tersebut.
Sementara itu keterangan resminya bahwa dalam unggahan tersebut adalah Disinformasi Fitnah Kebencian (DFK)
“Ngeri!!! Wagub Lampung Telfon warga yang protes pembangunan jembatan, suruh berhenti buat Video”
!!! Narasi yang fitnah.
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela tidak pernah menelefon warga, tidak pernah menyuruh berhenti merekam, dan tidak pernah mengintimidasi siapapun.
Fakta di plintir, publik disesatkan.






