Onetime.id, Bandar Lampung – Portal parkir Universitas Lampung (Unila) yang semestinya menjadi pintu kontrol kendaraan nyaris tak berfungsi.
Kendaraan keluar masuk kampus dengan mudah tanpa pemeriksaan, sementara kasus kehilangan motor terus bertambah dalam beberapa pekan terakhir.
Situasi ini memicu kegelisahan mahasiswa dan mempertanyakan keseriusan pengelolaan keamanan kampus.
Kasus pencurian motor di Unila mulai mencuat setelah sejumlah kendaraan mahasiswa dilaporkan hilang di berbagai titik.
Di lapangan, fasilitas parkir tampak tidak terkelola dengan baik, sementara monitoring kampus bergantung pada penjagaan manual yang jumlahnya terbatas.
Berita sebelumnya, seorang satpam Unila yang enggan disebutkan namanya membenarkan bahwa beberapa area memang tidak terawasi.
“Ada yang nggak kebagian dijaga. Kita memang kekurangan personel,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa rencana penambahan jumlah satpam sebenarnya sudah diajukan sejak tahun lalu, tetapi izin dari pemerintah pusat belum turun.
“Kita kan di bawah pusat. Dari sana belum ngizinin ada penambahan,” katanya.
Satpam tersebut juga mengakui dirinya tidak memiliki kewenangan penuh untuk memberikan keterangan lebih rinci.
Ia menyarankan agar informasi lebih lengkap dikonfirmasi kepada Komandan Satpam, Akwan SH., MH.
“Saya ini anak buah. Lebih jelasnya ketemu komandan saja,” ucapnya.
Selain minimnya personel, ia menyebut perilaku mahasiswa yang tetap memarkirkan kendaraan di zona terlarang turut memperburuk situasi.
Area belakang kampus, yang sudah lama dipasang rambu larangan parkir, tetap dipenuhi motor meski tidak ada petugas yang berjaga.
“Sudah dianjurkan dari dulu nggak boleh parkir di situ. Tapi tetap diparkirin, padahal nggak ada yang jaga,” ujarnya.
Belum tuntas berbicara, seorang petugas lain datang membawa kabar buruk: satu motor kembali hilang sekitar pukul 09.00 WIB di area lapangan.
“Ada yang hilang lagi barusan, di lapangan,” katanya.
Rangkaian kejadian ini memperkuat dugaan bahwa sistem keamanan kampus hanya berjalan di permukaan.
Portal parkir tak berfungsi, beberapa titik rawan tidak dijaga, dan mahasiswa tidak disiplin mematuhi aturan parkir.
Mahasiswa berharap Unila segera memperketat pengawasan dan membenahi fasilitas parkir agar kasus kehilangan motor tidak terus berulang.
Menurut masyarakat sekitar bahwa sistem keamanan parkir di Unila sangat memperihatinkan.
“Banyak sekali mahasiswa Unila yang keluar masuk tidak melalui pintu utama, melainkan lewat akses jalanan belakang, ” jelasnya.
Tidak hanya itu mahasiswa juga terlihat keluar masuk dengan bebas, tanpa pengawasan yang ketat oleh pihak keamanan kampus.
“Keamanan nya kurang ketat mas kalau saya lihat,” tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kampus belum memberikan keterangan resmi terkait langkah mitigasi maupun evaluasi keamanan di Unila.





