Berita  

Inovasi Pengering Padi Portabel Karya Erza Refenza Dapat Apresiasi Pemprov Lampung

Urusan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal sambangi alat Pengering padi Di workshop perumahan Graha Kandis Asri.

Onetime.id, Bandar Lampung – Inovasi teknologi pertanian kembali mendapat sorotan Pemerintah Provinsi Lampung.

Jajaran perwakilan Gubernur melakukan kunjungan ke workshop perumahan Graha Kandis Asri, Rabu (11/9/2025), untuk melihat uji coba alat pengering padi portabel (Bed Dryer Portable) karya anak muda daerah.

Alat tersebut dikembangkan oleh Erza Refenza, owner Reka Agro Indonesia.

Ia memperkenalkan dua inovasi terbaru, yakni Portabel Solar Bed Dryer dan Portabel Hexaust Bed Dryer.

“Alat ini dirancang untuk mengeringkan hasil panen secara cepat, merata, dan tidak bergantung pada kondisi cuaca,” kata Erza.

Menurutnya, selama ini petani Lampung masih mengandalkan metode tradisional dengan menjemur gabah atau jagung di bawah sinar matahari.

Cara tersebut kerap terkendala hujan, mendung, atau serangan hama, sehingga kualitas hasil panen menurun dan nilai jual ikut berkurang.

“Petani kita sering rugi karena gabah atau jagung yang basah tidak bisa cepat dipasarkan. Dengan teknologi sederhana ini, mereka bisa lebih mandiri, efisien, dan tidak lagi takut dengan cuaca,” ujarnya.

Keunggulan Alat Portabel

Erza menjelaskan, Bed Dryer portabel yang ia kembangkan memiliki sejumlah keunggulan.

Pertama, mudah dipindahkan karena dirancang portabel sehingga bisa digunakan di berbagai lokasi pertanian.

Kedua, efisiensi waktu karena mampu mempercepat proses pengeringan dibandingkan metode tradisional. Ketiga, ramah lingkungan karena menggunakan energi hemat dan bersih.

Keempat, meningkatkan kualitas panen karena hasil kering lebih merata, tahan lama, dan memiliki harga jual lebih baik.

“Inovasi ini dapat membantu petani Lampung menghadapi tantangan pascapanen, sekaligus memperkuat posisi provinsi sebagai salah satu lumbung pangan nasional,” kata Erza.

Menjawab Tantangan Ketahanan Pangan

Lampung merupakan salah satu daerah penyangga pangan terbesar di Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi Lampung pada 2024 mencapai jutaan ton.

Namun persoalan pascapanen masih menjadi titik lemah yang berdampak pada rendahnya daya saing produk.

Erza menilai, inovasi di bidang pascapanen sama pentingnya dengan peningkatan produksi di tingkat hulu.

“Saya percaya, teknologi tepat guna yang sederhana justru bisa memberi dampak besar. Portabel Bed Dryer ini diharapkan jadi salah satu solusi nyata bagi petani Lampung, sekaligus kontribusi anak muda daerah untuk negeri,” ucapnya.

Harapan untuk Petani dan Pemerintah

Selain menawarkan solusi teknis, Erza berharap inovasi ini mendapat dukungan dari pemerintah daerah dan lembaga pertanian.

Dengan kolaborasi, alat ini bisa diproduksi lebih luas dan menjangkau petani di berbagai kabupaten di Lampung.

“Jika setiap kelompok tani memiliki alat pengering portabel, kualitas gabah dan jagung Lampung bisa meningkat signifikan. Ini akan berdampak pada pendapatan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, perwakilan Gubernur juga berdialog dengan tim inovator Reka Agro Indonesia dan menyampaikan apresiasi.

Tenaga Pendamping Gubernur Lampung, Hipni, menilai ide Erza patut didukung.

“Ini ide bagus, tinggal sedikit pengembangan agar lebih menarik dan bisa segera dipresentasikan langsung ke Pak Gubernur,” ujar Hipni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *