Onetime.id, Bandar Lampung- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Terintegrasi Kelompok 77 Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung membangun lubang resapan biopori di Kelurahan Tanjung Senang, Kecamatan Tanjung Senang, Kota Bandar Lampung.
Program ini digagas sebagai upaya konservasi air sekaligus pengelolaan sampah organik rumah tangga.
Selama dua hari pelaksanaan, mereka telah membuat 25 lubang biopori dari target 100 titik.
Selain mengatasi genangan air, lubang ini diharapkan mampu menyerap air hujan dan menampung limbah organik secara efisien.
Kegiatan tersebut mendapat kunjungan langsung dari Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UINRIL, Dr. Eko Kuswanto, didampingi Dosen Pembimbing Lapangan, Agneshna Rahmatika Kusuma, dan Koordinator Kelompok 77, Thoriq Adrian.
“Saya melakukan uji coba resapan air pada salah satu lubang yang telah terisi limbah organik rumah tangga. Hasilnya, air terserap dengan volume yang cukup banyak. Ini sangat memuaskan,” ujar Dr. Eko saat meninjau lokasi, Sabtu, (19/7/2025).
Thoriq menjelaskan, program ini merupakan respons atas keluhan warga terkait genangan air dan penumpukan sampah basah.
Selain pembangunan biopori, mahasiswa juga melakukan sosialisasi langsung dari rumah ke rumah.
“Kami tidak hanya menggali lubang, tapi juga mengedukasi warga tentang perawatan biopori. Dalam kegiatan senam bersama di lapangan kelurahan, kami selipkan penyuluhan agar partisipasi warga meningkat,” kata Thoriq.
Namun, pelaksanaan di lapangan tidak selalu mulus. Beberapa rumah telah disemen penuh, menyulitkan proses pengeboran.
Alat pemecah batu yang terbatas juga memperlambat pekerjaan.
Ke depan, mahasiswa KKN akan menanam pohon di sekitar titik-titik biopori untuk memperkuat fungsi resapan.
Warga RT 13 bahkan mengusulkan pembangunan sumur resapan, karena wilayah tersebut kerap tergenang saat hujan deras.
Program biopori dan penghijauan ini merupakan bagian dari proyek besar KKN Terintegrasi UIN Raden Intan 2025 yang menargetkan pembuatan 23.500 lubang resapan dan penanaman 23.500 pohon di 126 kelurahan di Kota Bandar Lampung.
Mahasiswa berharap, program ini tak berhenti saat masa KKN usai, tetapi dapat diteruskan secara mandiri oleh warga sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan.






