Orde Baru Tirani di Singgasana, Rakyat di Jurang Nestapa 

Orang biasa bernama Mirza, pemuda pengemar bernampilan era 80-an khas dengan rambut gondrong ala seniman. Ilustrasi: Onetime.id

Onetime.id – Orang Biasa Bernama Mirza. Mirza, anak muda pencinta kopi, asap tembakau menari di jemari.

Rambut gondrong, langkah tak henti, Menatap negeri yang penuh ironi.

Kongkalikong di meja kekuasaan, Drama usang, lakon murahan.

Suaranya bising, tapi gaduh sendiri, Sementara raja duduk sunyi.

Kata-kata lebih tajam dari peluru, Tapi ditembak tanpa tentu. Mereka tertawa, bersepakat diam, Rakyat menunggu, perut tenggelam.

Bicara efisiensi, melaju dengan fancy, Bicara anggaran, pengangguran ditambah lagi.

Bantuan sosial jadi tali kendali, Agar tunduk, agar tetap sunyi.

Selamat datang, Orde Baru, Duri mawar serakahmu kan menusukmu.

Biarkan luka yang kau buat membusuk, Hingga keadilan datang menikammu.

Mirza tahu, rumput tetap tumbuh, Meski kau coba cabut dan tumpas. Perlawanan tak akan luruh,

Sebab kekuasaan tak pernah abadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *