Onetime.id, Lampung Barat – Warga Simpang Kebas, Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat, menolak rencana operasional Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sekincau 3.
Mereka menilai lokasi dapur yang berada di tengah permukiman dan berdampingan dengan Masjid Nurul Falah berpotensi mengganggu aktivitas ibadah serta mencemari lingkungan.
Penolakan itu disampaikan dalam aksi penyampaian aspirasi yang dikoordinasikan Ustad Aep Syaipudin Hamzah.
Menurut dia, masyarakat tidak mempersoalkan program pemenuhan gizi, tetapi mempertanyakan penempatan bangunan dapur yang dinilai tidak memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.
“Lokasinya berdampingan dengan masjid dan berada di kawasan permukiman padat. Kami khawatir operasional dapur akan mengganggu kekhusyukan ibadah serta menimbulkan persoalan limbah dan kebisingan,” ujar Ustad Aep pada Kamis, (2/7/2026).
Selain persoalan lokasi, warga mengaku tidak pernah menerima sosialisasi maupun pemberitahuan dari pihak pengelola sebelum pembangunan dapur dilakukan. Mereka menilai minimnya komunikasi memicu penolakan dari masyarakat.
Dalam surat keberatan yang disampaikan kepada pemerintah, warga mengajukan lima tuntutan.
Pertama, meminta pemerintah mengevaluasi pembangunan dapur karena dinilai dilakukan tanpa sosialisasi kepada masyarakat sekitar.
Kedua, menyoroti jarak bangunan yang disebut hanya sekitar satu meter dari Masjid Nurul Falah.
Ketiga, warga menilai operasional dapur berpotensi mengganggu keamanan, kenyamanan, dan ketenangan warga, khususnya saat kegiatan ibadah berlangsung.
Keempat, mereka mengkhawatirkan munculnya pencemaran lingkungan berupa limbah padat, limbah cair, serta polusi udara.
Kelima, warga meminta pemerintah memeriksa kesesuaian luas lahan dan bangunan Dapur SPPG Sekincau 3 dengan ketentuan Standar Operasional Prosedur Bangunan Gedung Negara (BGN).
Surat penolakan tersebut ditandatangani Ta’mir Masjid Nurul Falah, Ustad Aksahadi, dan Kepala Lingkungan Simpang Kebas, Darman.
Mereka meminta pemerintah daerah dan instansi terkait meninjau kembali lokasi pembangunan serta membuka ruang dialog dengan masyarakat sebelum dapur mulai beroperasi.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak pengelola Dapur SPPG Sekincau 3 maupun instansi pemerintah terkait atas keberatan yang disampaikan warga.






