Lampung Masuk 10 Besar Kasus TBC Nasional, DPRD Sentil Kinerja Dinkes: Sosialisasi Masih Lemah

Anggota DPRD Lampung, Condrowati. Foto: Wildanhanafi/onetime.id.

Onetime.id, Bandar Lampung – Alarm bahaya kesehatan publik di Provinsi Lampung kian nyaring.

Kasus Tuberkulosis (TBC) yang terus meningkat bahkan menempatkan Lampung dalam 10 besar nasional, memantik sorotan keras dari DPRD.

Anggota DPRD Lampung, Condrowati, menilai kondisi ini bukan sekadar angka statistik, melainkan sinyal kegagalan sistematis dalam upaya pencegahan dan edukasi kesehatan masyarakat.

“Kalau kita lihat dari tahun ke tahun, trennya terus naik. Bahkan sekarang Lampung sudah masuk tiga besar di Sumatera dan 10 besar nasional. Ini warning serius,” ujarnya pada Rabu, (15/4/2026).

Menurutnya, lonjakan kasus TBC tidak bisa dilepaskan dari lemahnya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

Penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dan diobati ini justru masih banyak ditemukan dalam kondisi terlambat ditangani.

Condrowati menegaskan, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung tidak boleh lagi bekerja dengan pola biasa.

Dibutuhkan langkah konkret dan agresif, terutama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya TBC, pola penularan, hingga pentingnya deteksi dini.

“Edukasi itu kunci. Kalau masyarakat paham, penanganan bisa lebih cepat dan penularan bisa ditekan,” tegasnya.

Tak hanya itu, DPRD juga berencana memanggil pihak Dinas Kesehatan dalam waktu dekat melalui rapat dengar pendapat (RDP).

Langkah ini dilakukan untuk mengurai persoalan sekaligus mendesak adanya strategi penanganan yang lebih terukur dan berdampak.

Sorotan ini sekaligus membuka pertanyaan besar sejauh mana efektivitas program pengendalian TBC di Lampung selama ini?

Di tengah angka kasus yang terus menanjak, publik menunggu keseriusan pemerintah daerah.

Tanpa intervensi yang masif dan terstruktur, bukan tidak mungkin Lampung akan terus tertinggal bukan hanya dalam pembangunan, tetapi juga dalam urusan paling mendasar kesehatan warganya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *