Onetime.id, Bandar Lampung – Program CCTV Seribu Wajah yang digagas Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk memantau keamanan dan aktivitas perkotaan secara real time menuai sorotan.
Anggaran besar yang digelontorkan dinilai tidak sebanding dengan jumlah kamera yang dapat diakses publik secara daring.
Berdasarkan dokumen anggaran Tahun 2025, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Bandar Lampung mengalokasikan belanja modal pengadaan CCTV Seribu Wajah beserta kelengkapannya sebesar Rp910 juta.
Selain itu, anggaran jasa layanan akses internet (bandwidth) CCTV mencapai Rp600 juta.
Tak berhenti di situ, dalam pos anggaran lain kembali tercantum belanja modal pengadaan CCTV Seribu Wajah dan kelengkapannya senilai Rp830 juta, serta jasa layanan akses internet bandwidth CCTV yang kembali dianggarkan sebesar Rp600 juta.
Namun, kejanggalan muncul saat dilakukan penelusuran pada situs resmi seribu.wajahandarlampungkota.go.id.
Dari hasil pemantauan, CCTV yang dapat diakses publik secara daring hanya terpantau sekitar 47 titik.
Jumlah tersebut tidak sejalan dengan pernyataan Kepala Dinas Kominfo Kota Bandar Lampung, Veni, yang sebelumnya menyebut pemasangan CCTV Seribu Wajah telah dilakukan di lebih banyak lokasi.
“Tahun ini ada 110 titik, dengan tambahan 75 titik. CCTV dipasang di kecamatan, kelurahan, serta titik-titik keramaian,” kata Veni dilansir dari media hariankandidat.co.id pada Jumat, (16/1/2026) pukul 22.00 WIB.
Perbedaan antara besaran anggaran dan jumlah CCTV yang dapat diakses publik itu memunculkan pertanyaan soal efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan program pengawasan berbasis teknologi tersebut.






