Kades Tewas Dihantam Gajah, DPR Desak Negara Bertanggung Jawab

Anggota DPR RI Fraksi PDIP, I Ketut Suwendra. Dok: Ist.

Onetime.id – Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Lampung II, Fraksi PDI Perjuangan, I Ketut Suwendra, mendesak Kementerian Kehutanan bertanggung jawab atas kematian Darusman, Kepala Desa Braja Asri, Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur.

Darusman tewas setelah terinjak kawanan gajah saat berupaya menghalau satwa liar itu dari persawahan warga di perbatasan kawasan hutan dan lahan pertanian masyarakat.

Peristiwa tersebut terjadi di wilayah yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Way Kambas, Rabu, 31 Desember 2025.

Usai kejadian, Darusman sempat mendapatkan perawatan intensif di RSUD Sukadana, Lampung Timur. Namun nyawanya tidak tertolong.

Menurut Suwendra, almarhum menjadi korban saat menjalankan tanggung jawabnya sebagai kepala desa, yakni melindungi tanaman dan sumber penghidupan warga yang rusak akibat masuknya gerombolan gajah ke area persawahan.

“Beliau menjadi korban karena berusaha menjaga tanaman masyarakat dari amukan gajah. Untuk itu, saya sebagai wakil rakyat meminta Kementerian Kehutanan atau pihak Taman Nasional Way Kambas bertanggung jawab atas kematian Kepala Desa Braja Asri,” ujar Suwendra saat dimintai tanggapan.

Ia menegaskan, kasus ini tidak bisa dipandang sebagai insiden biasa.

Konflik antara manusia dan satwa liar, kata dia, telah berulang kali terjadi dan menimbulkan korban di tingkat masyarakat desa.

Suwendra juga menyatakan akan mengawal penanganan kasus tersebut agar keluarga korban memperoleh keadilan.

“Ini persoalan serius karena menyangkut keselamatan dan kehidupan masyarakat. Saya akan mengawal kasus ini agar almarhum Kepala Desa Braja Asri mendapatkan keadilan seadil-adilnya,” katanya.

Politikus PDI Perjuangan partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan kawasan konservasi agar tidak lagi menempatkan warga sebagai pihak yang paling rentan dalam konflik dengan satwa liar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *